Dibolehkan Rayakan Tahun Baru, Pelaku Usaha Langgar Protokol Covid-19 Terancam Diproses Hukum

Kapolres Lobar, AKBP. Bagus S Wibowo, Kepala Dinas Pariwisasta Lobar, H. Saepul Ahkam.

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaku usaha di Lombok Barat dibolehkan membuka usaha atau merayakan tahun baru. Namun dengan catatan diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini berlaku juga bagi semua pihak atau masyarakat umum. Bagi para pihak yang melanggar protokol kesehatan cegah penularan Covid-19 tetap ditindak secara tegas. Tempat usaha yang tidak menaati Protokol Covid-19 akan dibubarkan atau ditutup, bahkan terancam diproses hukum.

Kapolres Lombok Barat, AKBP. Bagus S Wibowo mengatakan, pada malam tahun baru kegiatan Masyarakat termasuk tempat usaha berjalan normal seperti biasa. “Penekanan kami kegiatan apapun itu wajib menerapkan protokol Covid-19. Kalau protokol Covid-19 tidak dijalankan, maka bisa dibubarkan (ditutup). Bahkan bisa saja sampai pada tindakan pemeriksaan terhadap mereka yang bertanggung jawab terhadap kegiatan itu,” tegas dia.

Pada malam tahun baru, langkah pengamanan yang dilakukan akan menyasar tempat keramaian masyarakat, termasuk di Senggigi. Pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas penyekatan jalur untuk memastikan warga yang masuk ke kawasan senggigi sudah menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya bersama Pemda, TNI, dan elemen masyakarat lainnya memastikan segala aktivitas masyarakat sesuai protokol Covid-19. Untuk memastikan tempat usaha itu menaati Protokol Covid-19, pihaknya menempatkan personel di masing-masing tempat usaha.

Terkait itu, pihaknya bersama Pemda sudah melakukan upaya sosialisasi kepada pelaku usaha yang berpotensi melakukan perayaan tahun Baru. Dimana pihaknya menekankan kepada semua pelaku usaha menaati Protokol Covid-19 saat perayaan tahun baru. Pihaknya juga melakukan antisipasi ketika intensitas pengunjung ke kawasan Senggigi berpotensi terjadi kerumunan maka pihaknya bersama Pemda mengambil langkah menutup jalur menuju Senggigi.

Ia menambahkan untuk mengamankan tahun baru ini, Pihaknya akan menggelar operasi Lilin Rinjani 2021. Operasi ini digelar selama 15 hari, Mulai tanggal 15 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021.

Dalam operasi ini, pihaknya menyiapkan tiga pos terdiri dari dua pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Pos-pos ini ditempatkan di pelabuhan lembar, kecamatan Kediri dan wilayah senggigi. Selain tiga pos ini, pihaknya juga menyiapkan sembilan pos pantau di tempat-tempat keramaian.

“Untuk operasi lilin ini kita sudah siapkan 100 personel dengan tambahan dari TNI dan Brimob. Kemudian pada malam tahun baru ditambah Personel menjadi 210 orang,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar. H. Saepul Ahkam mengatakan, bahwa Pemda Lobar tidak menggelar acara resmi untuk pergantian tahun. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19. Terkait perayaan di tempat usaha, pihaknya tengah membuat draf surat edaran yang nantinya ditandatangani oleh bupati. Isi dari surat edaran itu, menegaskan Pemda tidak melakukan perayaan tahun baru.

“Bagi usaha jasa yang menyelenggarakan, agar secara ketat melakukan penegakan protokol kesehatan,” tegas Ahkam.

Pihaknya akan mengundang semua pelaku usaha hotel dan restoran pada tanggal 18 Desember 2020 guna membahas hal ini. “Kami sudah koordinasi dengan kepolisian untuk menempatkan personel melakukan pendampingan terhadap penerapan protokol Covid-19 di semua tempat usaha,” imbuh dia. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here