Dibangun di Pedestrian, Pemkot Sebut Menara Bermanfaat Besar

Mataram (suarantb.com) – Pembangunan beberapa menara (tower) bersama di atas kawasan pedestrian atau trotoar menimbulkan kontroversi di masyarakat. Pasalnya beberapa menara bersama yang dibangun di trotoar dianggap mengambil alih hak pejalan kaki. Pembangunan yang dianggap tanpa melalui kesepakatan dengan masyarakat ini sontak menimbulkan aksi penolakan serta tuntutan pencabutan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan segera melakukan komunikasi dengan masyarakat terkait berdirinya menara di beberapa titik. Dengan komunikasi yang baik dengan masyarakat, menurutnya tak akan jadi persoalan.

Iklan

Kendati dinilai mengambil alih hak pejalan kaki, Pemkot Mataram menyebut keberadaan menara tersebut memliki manfaat besar bagi masyarakat. Keberadaan menara ini untuk mendukung program kota pintar (smart city). “Di sekolah atau Puskesmas, kalau nanti disana dipasangkan wifi kan menjadi bagus. Sambil menunggu layanan di Puskesmas, orang bisa wifi-an disitu,” ujarnya, Senin, 10 Oktober 2016.

Martawang mengatakan dengan keberadaan menara tersebut akan menambah keindahan kota. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan membuat kamuflase yang bisa menambah estetika kota, terutama di areal publik. “Seperti di Palembang, bentuknya seperti pohon palem. Itu indah sekali rupanya,” sebutnya.

Kebijakan walikota sendiri telah mengatur pembangunan menara tersebut dan tidak boleh memanfaatkan area publik. Pembangunan menara bersama ditekankan tidak mengambil lahan, akan tetapi menambah fasilitas yang telah ada sebelumnya.

“Kalau di situ ada tiang listrik, satukan dengan itu. Kalau misalnya disitu tiang PJU, tiang PJU-nya diganti dan satukan dengan itu (menara),” ujarnya. (rdi)