Dibandingkan Tamatan SMP, Lulusan SMK di NTB Lebih Banyak Menganggur

Mataram (suarantb.com) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menunjukkan angka pengangguran masih pada angka 3,32 persen. Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih menyatakan berdasarkan data terbaru Agustus 2017,
pengangguran didominasi lulusan SMK. Lebih besar ketimbang lulusan SMP ke bawah yang diserap dunia kerja.

“Data terbaru Agustus 2017 pengangguran terbesar itu lulusan SMK, ini PR besar di kita. Padahal lulusan SMK itu kan lebih gampang karena kejuruan yang bisa langsung bekerja,” ujarnya ditemui usai acara Axpose Analisis Hasil Pendataan Listing Sensus Ekonomi 2016 di CGV Cinemas Transmart Mataram, Selasa, 12 Desember 2017.

Iklan

Menurut Endang, ada berbagai kemungkinan penyebab banyaknya lulusan SMK yang menganggur. Salah satunya jurusan yang diambil salah alias tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang saat ini. Sementara, lulusan SMP ke bawah lebih banyak terserap karena umumnya bekerja di sektor pertanian.

“Pertanian masih jadi sektor yang besar, tentunya ini ada kaitan antara sektor pertanian dengan pendidikan. Sektor pertanian tidak membutuhkan keahlian khusus, mereka juga rela dibayar berapapun.
Ada indikasi juga, lapangan pekerjaan yang banyak tersedia di NTB tidak menuntut pendidikan tinggi,” terangnya.

Menurut Endang, untuk membangun NTB tak hanya butuh kekayaan alam yang melimpah. Kualitas sumber daya manusia (SDM) NTB yang masih rendah, dengan IPM di posisi 30 dari 34 provinsi se-Indonesia. Rata-rata lama sekolah pun hanya berkisar 6 tahun.

“Tahun 2016 tercatat 47 persen tenaga kerja NTB berpendidikan SD ke bawah,
10 persen lulusan universitas ke atas, 3 persen diploma, SMK 5 persen, SMA 20 persen dan SMP 15 persen. Itu perlu ditingkatkan, butuh waktu untuk menggenjot itu. Bagaimana kita bisa menggalakkan sektor pariwisata yang butuh tenaga-tenaga kompeten,” pungkas Endang. (ros)