Dianggarkan Rp3,8 Miliar untuk Pengadaan Kantor Lurah Mayura

I Made Putu Sudarsana. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Lama tak memiliki kantor, Pemkot Mataram akhirnya mengalokasikan anggaran Rp3,8 miliar untuk pengadaan kantor Lurah Mayura, Kecamatan Cakranegara.

Kepala Bagian Pemerintah Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menyampaikan, rapat yang dipimpin Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, Kamis, 12 Agustus 2021 memutuskan anggaran yang dialokasikan Rp3,8 miliar tidak memungkinkan untuk pengadaan dua kantor kelurahan. Pasalnya, harga lahan atau rumah di kawasan bisnis Cakranegara mahal, sehingga difokuskan pengadaan Kantor Lurah Mayura. “Kita secara realistis saja dengan anggaran Rp3,8 miliar tidak mungkin mengadakan dua kantor lurah,” kata Putu dikonfirmasi, Jumat, 13 Agustus 2021.

Iklan

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram sebenarnya ingin menyelesaikan permasalahan kepemilikan kantor. Dari anggaran sebelumnya Rp5 miliar untuk pengadaan kantor Lurah Cilinaya dan Mayura terkena refocusing anggaran sejumlah Rp1,2 miliar, sehingga tersisa Rp3,8 miliar.

Putu mengatakan, dengan anggaran demikian tidak memungkinkan mengadakan dua kantor sekaligus. Beberapa alternatif atau skenario pengadaan. Misalnya, membeli lahan dan bangunan (rumah, red). Kedua, membeli lahan saja. Dua opsi ini belum bisa diputuskan, karena perlu didiskusikan bersama tim. “Ada yang menawarkan lahan dan bangunan. Ada juga yang hanya menawarkan lahan,” sebutnya.

Tim dipimpin Sekretaris Daerah Dr. H. Effendi Eko Saswito, para asisten, Bagian Pemerintahan, Badan Keuangan Daerah, Kejaksaan dan Kantor Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional akan memutuskan. Setelah finalisasi baru kemudian ditunjuk tim appraisal menghitung perkiraan harga lahan atau bangunan di kawasan tersebut. “Yang jelas lahan atau bangunan itu ada di wilayah Mayura. Tim yang memutuskan semuanya,” ucapnya.

Menurut Putu, pengadaan kantor ini sangat mendesak dan prioritas. Pasalnya, Kelurahan Mayura dan Kelurahan Cilinaya bertahun – tahun tidak memiliki kantor tetap. Pelayanan harus pindah – pindah atau mengontrak dari satu rumah ke rumah lainnya. Hal ini dikhawatirkan berpotensi hilang atau rusaknya aset. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional