Dianggarkan Rp103 Miliar, Pemkab Bima Diingatkan Hati-hati Gunakan Dana Covid-19

Taufik HAK, Ilham Yusuf. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mengalokasikan atau mengucurkan anggaran kurang lebih sebesar Rp103 miliar untuk mengatasi dan menangani pandemi Covid-19 pada Tahun 2021.

 “Ada sekitar Rp103 miliar yang dialokasikan untuk tangani pandemi Covid-19 Tahun 2021 ini,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs. Taufik HAK M.Si kepada Suara NTB, Rabu, 8 September 2021.

Iklan

Ia mengaku ratusan anggaran yang dialokasikan tersebut berdasarkan hasil refocusing APBD tahun 2021. Selain itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 sebesar Rp37 miliar juga dipotong Pemerintah Pusat untuk membeli atau membayar vaksin.

 “Sekitar Rp37 miliar anggaran yang bersumber dari DAK juga langsung dipotong oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membeli vaksin,” katanya.

Terpisah Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Ilham Yusuf S.Sos, mengingatkan Pemkab Bima melalui Tim Satgas Penanganan Covid-19 agar cermat dan transparan menggunakan anggaran Covid-19 yang telah dialokasikan. “Pemkab harus hati-hati dan teliti menggunakan dana Covid-19. Jangan sampai menyimpang dan disalahgunakan,” katanya mengingatkan.

Disamping itu, Ia juga meminta agar Pemkab Bima terus mengencarkan vaksinasi kepada warga. Karena berdasarkan informasi yang diketahuinya, cakupan vaksinasi di Kabupaten Bima terendah di Provinsi NTB. “Vaksinasi harus terus digencarkan. Karena yang saya ketahui, yang disuntik vaksin baru mencapai 10-15 persen. Bahkan cakupan vaksin di Kabupaten Bima terendah di NTB,” katanya.

Duta PKS ini berpendapat, rendahnya cakupan vaksinasi di wilayah Kabupaten Bima lantaran Pemerintah dan Tim Satgaas Covid-19 yang tidak maksimal melakukan sosialisasi dari tingkat Daerah, Kecamatan hingga Desa. “Yang salah lihat, Pemerintah terkesan menyalahkan warga karena tidak ingin divaksin, padahal Pemerintah sendirilah yang tidak intens sosialisasi. Maksimalkan anggaran yang ada, karena sudah dialokasikan,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional