Dianggap Tak Loyal, Setengah Anggota Fraksi Golkar DPRD NTB Absen Peringatan HUT Partai

HM Suhaili FT. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTB, HM Suhaili FT nampaknya sudah tidak bisa menahan kekecewaannya terhadap sikap sejumlah kader yang duduk di fraksi Golkar DPRD NTB atas ketidakhadirannya di acara syukuran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) partai di kantor DPD I Golkar NTB, Mataram, Rabu, 21 Oktober 2020.

Pada saat menyampaikan sambutannya, Suhaili menyempatkan diri untuk mengabsen satu persatu anggota fraksinya. Dari sana ketahuan dari 10 anggota fraksi Golkar, lima diantaranya tidak hadir tanpa keterangan. Mereka adalah H. Misbach Mulyadi selaku ketua fraksi, kemudian Umar Said, Abdul Hafid, Busrah Hasan dan Ismail.

Iklan

“Saya mau absen mana Misbach, Hafid, Busrah, Umar dan Ismail ke mana mereka kenapa tidak hadir,” ucap Suhaili di depan para pengurus dan kader Golkar yang hadir di acara syukuran HUT Partai Golkar tersebut.

Dalam kesempatan itu, Suhaili pun langsung menyindir mereka yang tidak hadir tersebut dianggap kurang dewasa dalam berpolitik. Suhaili menganggap motivasi anggota fraksi yang tidak hadir tersebut karena tidak suka terhadap dirinya, namun menurut Bupati Kabupaten Lombok Tengah itu, cara tersebut kurang tepat dengan tidak ikut di kegiatan kepartaian.

“Boleh tidak suka sama Suhaili, tapi jangan sama beringin. Ini bentuk loyalitas kepada partai,” ucap Suhaili. “Saya siap dengan semua resiko. Saya menyebut langsung nama,” lanjutnya.

Kekecewaan Suhaili tidak sampai di situ, staf ahli Fraksi Golkar di DPRD NTB, Bahtiar juga ikut disinggung Suhaili yang juga tidak hadir. Pada kesempatan itu, Suhaili pun langsung memberhentikan Bahtiar sebagai staf ahli fraksi Golkar. “Mana Bahtiar staf Ahli fraksi hadir tidak. Saya minta kepada sekretaris mengganti staf ahli besok,” tegasnya.

Ketua Fraksi Golkar di DPRD NTB, H. Misbach Mulyadi yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 22 Oktober 2020 menjelaskan bahwa ketidakhadirannya murni karena alasan protokol kesehatan Covid-19. Dimana orang yang berusia di atas 60 tahun dilarang untuk ikut dalam kerumunan-kerumunan, karena mereka sangat rentan terpapar Covid-19.

“Itukan sudah lazim protokol kesehatan bagi usia lanjut, di DPRD juga begitu. Kan saya ini usianya sudah 70 tahun, dan hal itu sudah kita bahas di rapat fraksi sebelumnya. Jadi ketidakhadiran saya itu bukan karena ketidaksukaan saya sama Suhaili,” katanya.

Misbach pun menegaskan bahwa dirinya sendiri sebagai kader tentu sangat patuh dan loyal kepada Suhaili selaku ketua partai. Menurutnya hal itu sudah tidak bisa diragukan lagi, dan itu bisa dilihat dari sikap Fraksi Golkar di DPRD NTB yang seirama dengan arahan dari DPD Golkar NTB.

“Kalau bahasa bodaknya, saya itu I love you so much kepada Suhaili, dan pak Suhaili tahu itu. Jadi tidak tidak benarlah kalau saya tidak hadir karena tidak suka sama beliau. Kalaupun ada perbedaan pandangan politik, saya kira itu hal yang biasa, dan pak Suhaili saya rasa paham akan hal itu,” tegasnya.

Ketidakhadiran lima anggota fraksi Golkar itu dinilai sangat kental dengan dinamika Musda, di mana mereka tidak lagi mendukung Suhaili kembali maju mencalonkan  diri sebagai ketua DPD I partai Golkar NTB. Mereka yang tidak hadir dianggap berada di kubu pendukung Ahyar Abduh, sehingga mereka pun kompak untuk tidak hadir di acara syukuran HUT Golkar itu.

“Bukan karena itu, kalau teman-teman yang lain kan mereka tidak hadir karena ada agenda kunjungan kerja di DPRD, dan Sekretaris (Isvie Rupaeda) tahu itu. Sehingga mereka berhalangan hadir. Karena itu kurang tepat kalau kemudian ketidakhadiran itu dianggap karena tidak suka sama Suhaili,” pungkasnya. (ndi)