Dialog Interaktif Integrasi Kampung KB di Teluk Kombal

Logo-BKKBN-transparent-bg

Tanjung (Suara NTB) – BKKBN kembali mengadakan acara roadshow berupa acara dialog interaktif dengan tema “Integrasi Kampung KB Bersama Mitra Kerja” yang diadakan di Dusun Teluk Kombal,Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara  (KLU), Rabu, 7 Desember 2016. Acara ini dihadiri Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena,MHS, Bupati KLU yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten III,H. Zulfadli, S.E, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) KLU,Gerakan Organisasi Wanita (GOW) KLU,Camat Pemenang,Kepala Desa, serta jajaran SKPD KLU. Acara ini disambut meriah oleh warga sekitar terbukti dari penuhnya venue acara.

Iklan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena,MHS

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena,MHS

Kedatangan rombongan disambut dengan tarian rudat oleh tim rudat “Setiabudi” Dusun Terengan, Desa Pemenang Timur serta dihibur oleh kesenian tradisional khas Sasak yaitu kelompok Cilokaq Bang Madun. Kepala BKKBN Provinsi NTB, Drs. L. Makrifudin,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan  dua hal penting yaitu kampung integrasi KB Teluk Kombal sudah diresmikan oleh Bupati KLU sejak Februari 2016 lalu, dimana tiap tiga bulan dilaporkan hasilnya ke pusat.

Asisten III Setda KLU,  H. Zulfadli, S.E

Asisten III Setda KLU,  H. Zulfadli, S.E

‘’Oleh karena itu perlu kerjasama semua masyarakat serta semua sektor agar lebbh sejahtera dan makmur, serta berharap dapat terus dievaluasi,’’ kata Makrifudin.

Kepala BKKBN Provinsi NTB, Drs. L. Makrifudin,M.Si

Kepala BKKBN Provinsi NTB, Drs. L. Makrifudin,M.Si

Selain itu, ia menyoroti permasalahan kualitas sumberdaya manusia (SDM) yang dilihat dari sisi kesehatan,ekonomi, dan pendidikan.
‘’Dalam bidang pendidikan, NTB menempati  ranking 30 dari 34 provinsi,’’ katanya. Hal ini menyebabkan jumlah pernikahan dini banyak terjadi di bawah usia 19 thun.

“Jumlah janda di NTB menempati ranking 4 di Indonsia,” kata Makrifudin. Jumlah janda yang tinggi disebabkan karena tidak siap secara ekonomi dan tidak siap secara psikologis. “Untuk itu dilakukan kampanye peningkatan usia matang untuk menikah,” lanjutnya.

  Ali BD Inginkan Lawan yang Kuat

Para undangan bergabung dengan masyarakat Desa Teluk Kombal.

Para undangan bergabung dengan masyarakat Desa Teluk Kombal.

Oleh karena itu perlu disosialisasikan agar mereka tidak terlalu cepat menikah. Agar jangan terlalu banyak punya anak dan terlalu dekat jarak usia kelahirannya serta jangan terlalu tua untuk melahirkan. Karena nilai IPM dilihat dari angka harapan hidup.

Bupati KLU, diwakili Asisten III Setda KLU,  H. Zulfadli, S.E, dalam sambutannya memberikan informasi tentang kampung KB Teluk Kombal yang telah dicanangkan sejak 25 februari 2016 lalu sebagai bagian dari program nawacita pemerintah pusat untuk program KKBPK.

‘’Kampung KB dilaksanakan dari, oleh dan untuk masyarakat agar memperoleh pelayanan total untuk mewujudkan keluarga berkualitas,’’ terangnya.

Suasana Dialog Interaktif Integrasi Kampung KB di Teluk Kombal.

Suasana Dialog Interaktif Integrasi Kampung KB di Teluk Kombal.

Selain itu, program ini dirancang untuk menggalakkan program KB di tingkat desa dan dusun dengan pendekatan secara kultural. Dalam rencana kependudukan KLU yang bertujuan untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk, menurunkan laju fertilitas perempuan usia produktif. Menurunkan kebutuhan KB, menurunkan fertilitas perempuan usia 15 tahun ke atas serta menurunkan tingkat kehamilan yang tidak diinginkan.

‘’Untuk itu diperlukan penguatan kelembagaan sebagai katalisator kependudukan di KLU agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ kata Zulfadli.

Salah seorang warga Desa Teluk Kombal mengajukan pertanyaan kepada narasumber dialog interaktif.

Salah seorang warga Desa Teluk Kombal mengajukan pertanyaan kepada narasumber dialog interaktif.

Hj. Ermalena, MHS dalam sambutannya menyatakan program ini telah dilaksanakan di 10 kabupaten/kota di seluruh NTB. ‘’Kampung KB ini sebagai contoh pembangunan yang bisa dilihat dan diteladani sebagai bentuk pembangunan,’’ jelasnya.

Ia mencontohkan dulu saat pemerintah daerah memperkenalkan gogo rancah yang memiliki contoh sehingga sekarang NTB dikenal sebagai bumi gora.

Pada 11 Desember 2016 nanti ia akan mengadakan konvoi ojek sebanyak 600 orang di Kabupaten Lombok Timur. Melalui program kampung KB ini, ia berharap gerakan ini bisa menjadi gerakan yang luar biasa, karena hasilnya membuat tingkat kematian ibu menurun dan tingkat kematian bayi mencapai 0.

  Strategi Berkelit Ali BD dari Serangan Lawan, Hidupkan Suasana Debat

Hj. Ermalena, menyerahkan bingkisan kepada Kepala Desa Teluk Kombal.

Hj. Ermalena, menyerahkan bingkisan kepada Kepala Desa Teluk Kombal.

Ermalena juga menyoroti masalah sektor priwisata dimana anak-anak rentan terhadap bahaya yang tidak bisa dicegah.

“Oleh karena itu,jangan lihat kampung KBnya saja, tetapi juga dari sektor kependudukan juga,” terangnya. Ia menginginkan adanya kegiatan serupa beberapa bulan lagi untuk melihat sejauh mana kinerja program lain di kampung KB ini.

Kepala Desa Pemenang Barat,M.Sukri mengatakan jika dalam program KB ini, ia membagi desanya menjadi 13 bagian dengan berbagai komoditi unggulan yang disesuaikan setiap dusun. Selain itu, ia juga mengatakan penggunaan alat KB di desanya telah meningkat tajam. Untuk mengurangi tingkat pernikahan dini, ia menyarankan agar pemuda- pemudi desa melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

“Kita ada kerjasama dengan Universitas Mataram (Unram) untuk diprioritaskan bisa masuk ke Unram untuk pendidikan lanjutan,” lanjutnya. (uul/*)

Foto Atas

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here