Dialog Interaktif Gerakan Kampung KB Bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI

Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dra. Hj. Ermalena, MHS, melakukan kunjungan dan menyerap aspirasi masyarakat NTB melalui sejumlah program. Salah satunya dengan melakukan dialog interaktif. Ermalena bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB melakukan dialog interaktif bersama warga Desa Telaga Waru Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan itu dilakukan sekaligus untuk sosialisasi tentang pentingnya melakukan KB.

A

Iklan

 

“Dalam waktu dua minggu ini kami keliling ke kabupaten lain, dan sudah serap aspirasi masyarakat. Karena saya ingin serap aspirasi masyarakat dalam hal pembangunan daerah. Dan ini merupakan salah satu upaya kami,” kata Ermalena pada kegiatan Dialog Interaktif terkait Gerakan Kampung KB Bersama Mitra Kerja di Kecamatan Labuapi, Kamis, 10 November 2016.

B

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena MHS meminta warga atau peserta dialog melakukan Salam KB.

Menurutnya, persoalan pernikahan dini di NTB menjadi suatu hal yang harus diperhatikan. Sebab hal itu berdampak pada banyak hal, termasuk pembangunan daerah. Pemda harus lebih gencar lagi melakukan sosialisasi terkait larangan untuk menikah di usia dini. Sebab menikah dini memiliki banyak keburukan bak kepada mempelai maupun kepada anaknya. Selain itu juga dapat berpengaruh pada tingginya angka perceraian di NTB.

C

Warga Desa Telagawaru saat melakukan Salam KB pada dialog interaktif tentang Kampung KB.

“Pernikahan dini ini merupakan salah satu penyebab masih tingginya tingkat perceraian. Hal ini juga berpengaruh terhadap asuhan anak, tingkat pengangguran dan banyak hal lainnya. Sehingga kita di sini ingin mengetahui persoalan-persoalan di sini dan menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.

D

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena MHS memberikan sambutan.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid yang diwakili Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Lombok Barat Drs.Mudjitahidin dalam sambutannya mengatakan pengendalian jumlah penduduk sangat penting. Sebab hal itu berkaitan degan kebijakan pembanguanan di daerah. Sebab ledakan jumlah penduduk yang besar berdampak besar pula terhadap pembangunan.

  Komisi IX DPR RI dan BKKBN Perwakilan NTB Gelar Sosialisasi GenRe Ceria

E

Sambutan Kepala BKKBN Perwakilan NTB Lalu Makrifuddin.

“Program KB harus diurus secara serius, agar tidak terjadi ledakan penduduk. Karena jumlah penduduk yang besar tanpa diimbangi dengan kualitas akan menjadi beban pembangunan di daerah,” kata Mudjitahidin.

F

Kepala BKKPP Lombok Barat Mudjitahid mewakili Bupati H. Fauzan Khalid memberikan sambutan.

Ia juga melihat pentingnya keberadaan Kampung KB di masing-masing kecamatan di Kabupetan Lombok Barat. Sebab hal ini akan sangat besar dampaknya terhadap pengawasan dan dapat memberikan ahsil yang menggembirakan terhadap sejumlah program KB. Sebab dua anak sudah dianggap cukup untuk dapat dikatakan sebagai keluarga yang ideal.

G

Tarian Selamat Datang dari Santri Pondok Pesantren Al Istiqomah Telagawaru Lombok Barat.

“Keberadaan Kampung KB ini sangat besar penagruhnya terhadap penggunaan alat kontrasepsi MKJP. Sehingga tentu saja kita berharap di semua kecematan dan semua desa di Kabupaten Lombok Barat terdapat Kampung KB seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi NTB Dr.Drs. H Lalu Makripuddin mengatakan keberadaan Kampung KB memiliki dampak yang besar terhadap pengendalian penduduk. Kampung KB yang diresmikan pada Maret 2016 lalu ini merupakan integrase dari sektor pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya. Sehingga memiliki peranan yang sangat penting di dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal mengendalikan jumlah penduduk.

H

Peserta Dialog Interaktif menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

“Di sekolah juga diharakan ada PIK-R yang merupakan Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Ini sangat penting melihat perkembangan teknologi saat ini. Teknologi apabila digunakan untuk membuka yang baik maka akn berdampak baik, namun jika sebaliknya maka harus ada pengawasan dan pemberian informasi yang jelas,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada remaja untuk mengatakan tidak pada seks pra nikah, narkoba dan pernikahan dini. Sebab semua hal itu dapat merusak masa depan apabila tidak segera diantisipasi. Sehingga keberadaan Kampung KB dan PIK-R dianggap menjadi salah satu jalan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. (lin/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here