Di Warung Ini, Al Maidah Ayat 51 Bisa Bikin Kenyang

Mataram (suarantb.com) – Di warung ini, membaca dua juz Al Quran bisa membuat anda kenyang dalam artian yang sesungguhnya. Sebab, di warung ini, dengan “membayar” menggunakan bacaan dua juz Al Quran, anda sudah bisa makan enak. Tentu saja, ketentuan ini juga berlaku jika yang dibaca adalah juz keenam dan ketujuh Al Quran yang di dalamnya meliputi surat Al Maidah ayat 51 yang sedang terkenal itu.

“Kita ingin mereka (pelanggan) tetap ingat Al Quran. Ketika mereka melihat promo ini, mereka ingat tentang pentingnya membaca dan mengamalkan ajaran Al Quran,” ujar Moch. Arifin (30), pemilik Warung makan Putra 99 yang terletak di Jalan Catur Warga ini. Selain strategi promosi, Arifin memberlakukan aturan ini untuk membuka peluang beramal bagi mereka yang bisa membaca Al Quran namun kurang mampu membayar.

Iklan

Kalaupun orang yang membayar makanan dengan dua juz Al Quran itu tergolong orang mampu, Arifin meyakini hal itu juga tidak akan mendatangkan kerugian bagi warungnya. “Karena, sesibuk apapun, orang akan mengingat perlunya membaca Al Quran. Selain itu, kalau ada yang membaca Al Quran di sini, minimal kita yang mendengarnya juga mendapatkan berkahnya,” tegas Arifin kepada suarantb.com yang menemuinya belum lama ini.

Menurutnya, standar bacaan Al Quran selama dua juz ditetapkan dengan perhitungan yang tidak membuat orang harus menghabiskan waktu terlalu panjang untuk membacanya. Ia memperkirakan, dalam waktu sekitar satu jam, seseorang bisa menyelesaikan bacaan dua juz Al Quran. Dengan itu, ia bisa menikmati menu gratis di warung tersebut.

“Tapi ada yang pernah datang ke sini, dia minta hanya baca satu juz karena waktunya dia tidak panjang, ya tetap kami kasih (makan gratis),” ujarnya.

Arifin menegaskan, model promosi semacam ini juga relevan dengan label wisata halal yang saat ini sedang dipromosikan oleh Pemprov NTB. Mendekatkan kebiasaan membaca Al Quran dengan aktivitas rutin seperti makan, menurutnya adalah upaya yang perlu dilestarikan. Terlebih, di masyarakat di Pulau Lombok yang dipandang religius karena memiliki begitu banyak masjid.

Arifin membuka warung makan Putra 99 ini setelah sebelumnya ia menjajal berbagai macam usaha. Datang dari Bandung, empat tahun lalu, Arifin mengaku pernah berjualan berbagai makanan di Lombok. Ia menjual gorengan hingga bubur ayam. Pada 30 Agustus 2016 lalu, Arifin resmi membuka warung Putra 99 ini. Di warung ini, ia memperkenalkan sejumlah menu khas Sunda. Mulai dari siomay, batagor, ayam bandung hingga seblak ceker. Nama terakhir menurutnya adalah salah satu menu andalan di warungnya.

Kini, warung Arifin telah ramai. Arifin menilai, lokasi yang cukup strategis, menu dan harga yang bersaing serta konsep promosinya yang unik, menjadi resep manjur. Resep ini mendatangkan cukup banyak pelanggan ke warungnya.

Arifin mengaku tidak sedikit pula yang datang ke warungnya dan makan dengan menggunakan bacaan dua juz Al Quran sebagai bayarannya. Lantas, apakah Arifin tidak takut menjadi bangkrut jika semua pelanggannya akhirnya menggunakan dua juz Al Quran sebagai bayaran?
“Nggak (takut), Allah sudah mengatur itu,” ujarnya mantap. (aan)