Di Munas LDII, Presiden Joko Widodo Dukung Gerakan Hormati Guru

Mataram (Suara NTB) – Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungannya pada kegiatan Munas LDII ke-8 memaparkan kepada 1500 peserta bahwa gerakan menghormati guru adalah suatu upaya kita mengembalikan karakter bangsa. Peranan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konteks peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dinilai signifikan. Melalui kualitas SDM yang profesional religius, percepatan pembangunan infrastruktur dapat dicapai.

“Apa yang telah dipaparkan oleh Prof. KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU tentang gerakan menghormati guru, saya sangat setuju.  Bahkan inilah bukti bahwa kita kembali pada karakter bangsa. Nanti akan saya bisikan pada Mendikbud agar gerakan menghormati guru menjadi gerakan nasional kita,” ujar Presiden RI Joko Widodo pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 LDII di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (9/11/).

Iklan

Ketua Umum DPP LDII Prof. KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU dalam sambutannya di hadapan Presiden RI Joko Widodo memaparkan bahwa LDII saat ini diumpamakan sebuah pohon besar. Sehingga dapat memberikan banyak manfaat kepada banyak orang.

 “Pohon besar dapat memberikan kesejukan dan buah yang manis, agar pohon tersebut dapat tumbuh dengan besar dibutuhkan akar yang menggambarkan cerminan profesional religius. Maka dari itu diperlukan  akar yang sanggup memasok kebutuhan pohon dengan nutrisi yang baik,” kata Abdullah Syam.

Abdullah menambahkan batang pohon adalah gerakan menghormati guru. Diperlukan batang yang kuat dan kokoh. Dari batang akan tumbuh cabang yang kuat, untuk menghasilkan pertumbuhan yang kuat maka dilakukan dengan dua cara yaitu pikub.com dan aturan di media sosial. Abdullah berharap pertumbuhan tersebut menghasilkan buah yang manis dan berguna bagi bangsa Indonesia.

Jokowi menanggapai terkait launchingnya pikub.com, Ia menyampaikan akan menyokong pikub.com menjadi platform nasional. “Jangan salah, sekarang ada alibaba. Mereka memiliki logistik platform yang menguasai dimana-mana, lantas kenapa kita tidak memilih yang seperti itu? Saya sangat sedih pada saat kita memiliki platform sendiri malah, dijual kemana-mana  dan dikuasai oleh asing, jadinya saya bingung untuk menyuntiknya,” ujar Jokowi.

Setelah memberikan sambutannya, Jokowi menutup kunjungan Munas ke-8 LDII dengan  penandatangan Wall of Fame gerakan menghormati guru dan gerakan etika dalam media sosial yang pada hari sebelumnya telah ditandatangani pula oleh Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin. (lin/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here