Di Balik Viralnya Buwun Mas Hill, Fotografer Rela Menginap Demi Dapat View Menarik

Para fotografer memiliki andil besar memviralkan lokasi wisata Buwun Mas Sekotong. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Lokasi  wisata baru muncul.  Buwun Mas Hill yang terletak di Dusun Lemer, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) saat ini tengah viral. Ribuan pengunjung berdatangan ingin melihat lokasi wisata yang memiliki pemandangan padang savana dipercantik dengan perbukitan dan laut tersebut.

Di balik viralnya lokasi wisata ini, tak lepas dari peranan pemuda kreatif daerah. Selain itu tak kalah penting, peranan para fotografer yang berasal dari berbagai daerah di Lombok . Dari Lobar, Mataram, KLU dan Loteng yang rela menginap di lokasi hanya demi mendapatkan view pemandangan foto yang menarik.

Iklan

Paily bersama tiga rekannya masing-masing Adi Nata, Mustafa Zaini, Ihsan Kurniawan memiliki andil besar di balik viralnya Buwun Mas Hill. Bermula dari Adi Nata pertama kali ke lokasi dan meng-upload hasil jepretannya mengundang perhatian warga di media sosial. Warganet pun banyak yang bertanya-tanya dan penasaran ingin ke lokasi.

Foto hasil jepretan ini pun di-upload di salah satu grup fotografer sehingga mengundang perhatian fotografer lain. Kemudian, ia bersama tiga rekannya sepakat berangkat ke Buwun Mas. ‘’Kami pun menginap di sana, karena ingin mendapat view pemandangan agar hasil foto kami menarik. Hasilnya, sekarang viral,’’ ujar Paily fotografer asal Lingsar.

Bahkan saat itu demi ingin ikut memotret lokasi wisata ini, ia rela membatalkan job bersama rekan-rekan lain. Untuk berangkat ke lokasi pun tak mudah, ia bersama rekan-rekannya harus saling tunggu untuk berangkat bersama. Karena masing-masing dari mereka ada yang dari Loteng, KLU dan Mataram. Awalnya mereka ingin mengejar pemandangan pada saat sunrise dan sunset, sebab bisa dibayangkan kata dia begitu indah lokasi wisata tersebut disaat pagi dan sore hari.

Untuk dapat pemandangan itu pun ia bersama rekan-rekannya menginap rumah Abdul Majid yang juga inisiator dari Buwun Mas Hill. Tiba lah pagi hari, ia dan kawan-kawan pun berangkat ke lokasi wisata padang savana dengan membawa berbagai kelengkapan  yang sudah dipersiapkan dari rumah. Berupa kain songket, capuk dan kelengkapan lainnya. Sehingga tercetuslah ide bagiamana foto yang dihasilkan memiliki nilai keunikan yang berbeda. ‘’Karena itu kami buat yang berbeda,’’ujarnya.

Untuk menggambil foto pun tidak mudah karena harus melalui jalur yang lumayan sulit. Bahkan ada salah seorang rekannya jatuh sakit sepulang dari memotret lokasi wisata tersebut. Setelah mendapatkan foto, ia dan rekan-rekannya pun mulai mengedit foto dan video. Namun ia baru bisa meng-upload ke media sosial sehari setelah itu. Sebab di lokasi sendiri tidak ada sinyal telekomunikasi.

‘’Begitu kami upload semakin banyak yang komentar. Bertanya-tanya bahkan teman-teman fotografer yang dari luar (Jakarta) mau datang ke sana,’’ jelasnya. Bahkan setelah itu aku dia, ada warga yang mau memakai jasanya untuk prewedding di lokasi tersebut. Hal yang memotivasi ia dan rekan-rekannya memviralkan kawasan ini. Dengan niat untuk kemajuan daerah tanpa meminta balasan atau imbalan. Baginya selama bermanfaat untuk orang lain ia bersama rekan-rekannya akan berupaya membantu.

Sementara itu H Abdul Majid pegiat pariwisata di Sekotong yang tinggal di Desa Buwun Mas mengatakan bahwa Buwun Mas Hill diinisiasi oleh Kumpulan Anak Lemer (Kalem) seperti Muhajirin, Saparwadi, Komar, Andi dan lain-lain.

Mereka membuat semacam opsi atau pilihan destinasi. Lokasi wisata ini dibantu diviralkan oleh para fotografer yang tanpa lelah terus membantu promosi Sekotong melalui foto. ‘’Saya minta tolong ke Adinata dan rekan-rekan untuk memotret, dan akhirnya sekarang viral,’’ kata Ketua Pokdarwis Desa Buwun Mas ini. Selang beberapa hari, pengunjung yang datang ke lokasi pun membeludak. Bahkan pada hari libur, pengunjung mencapai 1.700 orang sehingga para pemuda pun menyiapkan tempat parkir kendaraan. (her)