Dewan Soroti Sedimentasi Bendungan Plara

Syarifuddin. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Anggota DPRD Sumbawa, Syarifuddin S.Pd, menyoroti kondisi bendungan Plara kecamatan Lunyuk yang sudah sekian lama mengalami pendangkalan.

“Pantauan kami sudah lima tahun terakhir alami sedimentasi. Sejak dibangun 2008 lalu. Sehingga debit air semakin berkurang,” kata Syarifuddin, didampingi Staf Ahli Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa, Yudi Manyurang S.IP, kepada Suara NTB, Selasa, 15 Juni 2021.

Iklan

Menurutnya, bendungan Plara setidaknya mengairi sekitar 4500 hektar di wilayah kecamatan Lunyuk. Namun dalam beberapa tahun terakhir, debit airnya terus berkurang. Akibat pendangkalan yang terus menumpuk. Dampaknya, ada beberapa areal pertanian yang tidak bisa terairi. Bahkan Pemprov pun sebelumnya telah menjanjikan untuk dilakukan normalisasi. Namun hingga sekarang belum dilakukan.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada BWS Nusa Tenggara I untuk turun ke bendungan Plara. Untuk mengecek kondisi bendungan saat ini. Agar segera dilakukan normalisasi. “Kita berharap segera normalisasi. Karena ini juga bagian dari janji politik pemerintahan saat ini,” tukas politisi Gerindra ini. (arn) 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional