Dewan Soroti Dugaan Pembuatan Spanduk oleh Dikpora

Muttakun. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Dompu, Ir Muttakun menyoroti instruksi pemusatan pembuatan spanduk ucapan selamat atas pelantikan Kader Jaelani – H Syahrul Parsan, ST, MT sebagai Bupati dan wakil Bupati Dompu periode 2021 – 2026 oleh jajaran Dinas Dikpora Kabupaten Dompu. Sekolah didorong mengumpulkan uang Rp.250 ribu per sekolah untuk satu spanduk ukuran 1 x 3 meter.

Muttakun mengaku mendapat pengaduan dari beberapa kepala sekolah di Dompu terkait instruksi mengumpulkan uang di bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Dikpora Kabupaten Dompu untuk pembuatan spanduk ucapan selamat Rp.250 ribu per sekolah. Pengumpulan dilakukan di masing – masing ketua kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). “Jika benar instruksi tersebut, kami meminta dengan hormat agar menghentikan pola sentralisasi dalam pembuatan spanduk atau apalah namanya ketika itu bukan merupakan program dan kegiatan yang ada di RKA Dikpora Kabupaten Dompu. Apalagi kegiatan ecek – ecek (kecil) tersebut bisa dilakukan langsung oleh masing-masing kepala sekolah,” kata Muttakun yang juga politisi Partai Nasdem, Kamis, 28 Januari 2021.

Iklan

Pada pemerintahan AKJ Syah akan datang, Muttakun meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tidak lagi menggunakan pola – pola lama dalam membobilisasi sumber daya di unit kerjanya. Tapi mendorong kreatifitas dan inovasi kerja di masing – masing unit kerja sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). Apalagi harga pembuatan spanduk rata – rata Rp.35 ribu per meter segi, sehingga ukurang 1 x 3 meter dibutuhkan hanya Rp.105 ribu.

 “Jangan sampai mobilisasi program dan kegiatan yang tidak ada dalam RKA seperti pembuatan spanduk yang dipusatkan melalui Kabid Dikdas menimbulkan macam – macam penafsiran yang merusak citra Dikpora Kabupaten Dompu, atau mungkin sebelumnya kegiatan – kegiatan seperti ini sudah menjadi tradisi di lingkup Dikdas dan baru mulai berani dibuka oleh kepsek saat ini,” kata Muttakun.

Pasangan AKJ Syah yang diusung oleh Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Hanura ini ditetapkan sebagai Bupati dan wakil Bupati Dompu terpilih. Penetapan KPU ini berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara masing – masing pasangan calon Bupati dan wakil Bupati peserta Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu. Bahkan DPRD Dompu pada Senin, 25 Januari 2021 telah menggelar paripurna mengumumkan keputusan penetapan Kader Jaelani – H Syahrul Parsan, ST, MT sebaga Bupati dan wakil Bupati terpilih.

Kepala Bidang Dikdas Kabupaten Dompu, Zainal Afrodi, M.Pd yang dihubungi terpisah terkait dugaan pengumpulan dana pembuatan spanduk di masing – masing sekolah membantah mengumpulkan uang. Tapi imbauan untuk pembuatan spanduk ucapan selamat atas pelantikan Bupati dan wakil Bupati baru dibenarkan. “Kalau uang sih tidak, tapi kalau kita instruksikan membuat spanduk untuk dipasang di sekolah untuk Bupatinya. Apa itu salah?,” katanya.

Ia pun mengaku dalam imbauannya tersebut, sekolah dapat berkoordinasi dengan Dikdas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu. Ketika sekolah tidak mengetahui tempat pembuatan spanduk, sehingga bisa diarahkan. “Ndak ada (instruksi mengumpulkan uang). Itu bukan perusahaan kantor (Dikpora) itu. Hanya  menghimbau supaya memberikan ucapan selamat kepada Bupati dan wakil Bupati oleh masing – masing kepala sekolah, dipasang di pintu gerbang sekolah. Kalau bicara uang, itu urusan kepala sekolah dan kepala sekolah ini ada forumnya. Dia mau buat dimana – dimana, itu urusan mereka,” katanya. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional