Dewan Sorot Jalan Terminal Empang, Dinas PUPR Ngaku Tak Ada Anggaran

M. Ihsan Imanuddin. (Suara NTB/ist), Hasanuddin. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Anggota DPRD Sumbawa dari Dapil wilayah timur, Hasanuddin MS, menyoroti kerusakan ruas jalan terminal Empang hingga desa Jotang. Ruas tersebut telah bertahun tahun mengalami kerusakan, namun hingga kini tak pernah ditangani.

“Jalan dari Terminal Empang yang berlokasi di desa Empang Atas hingga desa Jotang sepanjang kurang lebih 2 kilometer sudah empat hingga lima tahun terakhir rusak parah. Jalan berlubang di sana sini. Selalu kita usulkan perbaikan, namun tidak pernah direspons,” keluh Hasanuddin, anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Iklan

Bahkan sudah beberapa kali, masalah ini disampaikan dalam pandangan umum fraksi partai golkar. Padahal status jalan Kabupaten. Namun selalu gagal dianggarkan. Pihaknya berharap dinas terkait segera turun mengecek kondisi di lapangan. Dengan harapan, pemerintahan baru Sumbawa nantinya dapat menjadikan perbaikan jalan ini sebagai skala perioritas. Mengingat pentingnya akses jalan ini yang menghubungkan beberapa desa di kecamatan Empang.

Dikonfirmasi, Rabu, 3 Maret 2021, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Bina Marga, M. Ihsan Imanuddin, S.T mengakui kondisi kerusakan jalan setempat. Pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan, tetapi belum ada ketersediaan anggaran. “Terkait dengan itu kita tidak menutup mata. Sudah beberapa kali kita usulkan. Tahun lalu karena kondisi covid, saat ini juga covid.  Sebelum-sebelumnya juga belum ada anggaran. Jadi kita tetap mengusulkan, tapi anggarannya belum ada,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya juga memiliki harapan yang sama untuk memperbaiki jalan setempat. Apalagi hal itu tetap disampaikan dalam Musrenbang tingkat kecamatan. Namun untuk perbaikan jalan sepanjang 2 kilometer tersebut, anggaran belum tersedia. Adapun untuk penanganannya minimal dilakukan pemeliharaan berkala ataupun perbaikan total. Tidak memungkinkan dilakukan tambal sulam karena kondisinya sudah rusak. “Pemeliharaan itu, ada rutin jalan ada berkala jalan. Kalau rutin jalan peliharan mempertahankan kondisi jalan yang ada. Bukan kita pelihara jalan yang rusak, tetapi jalan bagus. Tapi kalau seperti itu (jalan di Empang red) kita berkala minimal, karena kondisi jalannya sudah rusak. Parah rusaknya itu, tidak bisa rutin atau tambal sulam,” ucapnya.

Pada dasarnya, sebut Iksan,  pihaknya selaku OPD Teknis tetap mengusulkan untuk penanganan. Pihaknya juga mengharapkan dukungan dari DPRD terhadap usulan yang disampaikan. Paling tidak bisa diakomodir untuk perbaikan jalan dimaksud. “Harapan kita bersama-sama kalau bisa dianggarkan untuk 2022. Tinggal menggarap teknis perencanaan saja. Kalau ada anggaran kita siap. Kan kita bukan kebijakan anggaran. Kita juga berharap dengan DPR untuk mendukung juga,” harapnya.

Terkait usulan perbaikan jalan, lanjutnya, tidak hanya terhadap kerusakan jalan di Kecamatan Empang saja. Tetapi pihaknya juga sudah mengusulkan perbaikan jalan di Plampang sekitar 2 kilometer dan Maronge sekitar 1 kilometer. Begitupula terhadap perbaikan jalan wilayah lainnya. Hanya saja, kembali lagi karena tidak adanya ketersediaan anggaran. “Kami juga berkoordinasi dengan DPRD. Tetap kita prioritaskan semua kerusakan jalan. Kami kan punya data survey kondisi jalan. Kondisi jalan yang ada tetap kita prioritas, tetapi anggarannya tidak ada,” pungkasnya. (arn/ind) 

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional