Dewan Sarankan Pemkab Tambah Petugas Kebersihan

Tanjung (Suara NTB) – Penangananan sampah di kawasan pariwisata dan wilayah lain di Kabupaten Lombok Utara (KLU) butuh perhatian serius pemerintah. Terlebih daerah ini mengandalkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulannya. Untuk itulah, DPRD menyarankan Pemkab mengkalkulasi kembali jumlah dan kebutuhan tenaga kebersihan untuk mengoptimalkan cleaning service di titik-titik pariwisata.

“Tenyata untuk Trawangan saja, mereka kekurangan orang di sana, personelnya sedikit. Mereka juga rata-rata kerja hanya satu sampai dua jam,” ujar Ketua Komisi II DPRD KLU, Tusen Lasima, Senin, 3 April 2017.

Iklan

Sebagai ikon pariwisata daerah, 3 Gili harus mendapat sentuhan khusus dalam penanganan sampah. Demikian juga di objek wisata lain yang mulai banyak dikunjungi wisatawan, agar fasilitas pendukung mulai dipikirkan.

Tusen memandang, pascapengambilalihan penanganan sampah oleh Pemkab dari FMPL Gili Trawangan, penanganan sampah di sana justru terkesan seadanya.

Komisi II yang membidangi pariwisata diklaim Tusen, kerap menerima informasi bahwa tidak hanya kurangnya personel, tetapi juga keberadaan armada yang mulai tidak normal.  Kendaraan yang ditempatkan di Gili Trawangan dikeluhkan sering mengalami kerusakan.

“Jika memang kendalanya kurang petugas, pemerintah harus menambah petugas dan armada jika diperlukan. Jangan sampai setelah diambilalih penanganan sampahnya, malah jadi amburadul,” tandasnya.

Sebagaimana hasil kajian Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman Lombok Utara, total kebutuhan tenaga angkut sampah sebanyak 524 orang. Dengan ketersediaan saat ini berjumlah 99 orang, maka, kekurangan tenaganya mencapai 425 orang. Tenaga tersebut dipekerjakan pada beberapa pos antara lain, pengangkut dum truk, amrol kontainer, pickup, roda 3, boat sampah, sapu jalan dan khusus gili Trawangan dibutuhkan sekitar 28 orang.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman, I Ketut Massa, SPd, mengatakan kondisi sebenarnya pihaknya kekurangan petugas kebersihan. Khusus Gili Trawangan Dinas sedang mengusulkan penambahan petugas. “Ketersediaan tenaga di Trawangan 11 orang, kita butuhkan penambahan lagi sekitar 15 orang,” katanya.

Massa tak menampik, kendaraan angkut sampah di Trawangan kerap mengalami gangguan mesin. Hal ini dipengaruhi kendaraan yang sudah berumur. Untuk itulah, pihaknya mengusulkan pula keberadaan kendaraan angkut sampah sebanyak 2 unit dan kendaraan roda 3 sebanyak 4 unit. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung kelancaran pengangkutan sampah di Trawangan dan menuju TPA. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here