Dewan Sahkan APBD NTB 2022 Defisit Rp500 Miliar Lebih

Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda menyerahkan dokumen pengesahan APBD NTB tahun 2022 kepada Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. (Suara NTB/Humas). 

Mataram (Suara NTB) – DPRD Provinsi NTB resmi mengesahkan APBD NTB tahun anggaran 2022 pada rapat paripurna, Selasa, 30 November 2021. APBD NTB tahun anggaran 2022 ditetapkan sebesar Rp 5,96 triliun lebih.

“Sidang dewan yang terhormat, berdasarkan rincian RAPBD 2022, Badan Anggaran DPRD Provinsi NTB dengan ini mengucapkan bismillahirrahmanirrahim dapat menyetujui APBD NTB 2022 untuk ditungkan dalam berita acara persetujuan bersama antar legislatif dan Gubernur NTB,” ucap juru bicara Badan Anggaran, Lalu Satriawandi.

Iklan

Dipaparkan Satriawandi komponen struktur APBD 2022 terdiri dari mulai pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp 5,39 triliun yang mengalami penurunan sebesar Rp 340,88 miliar dari pendapatan pada APBD perubahan tahun 2021 yang sebesar Rp 5,73 triliun.

Komponen pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan sebesar Rp2,57 triliun. Mengalami peningkatan sebesar Rp 313,35 miliar dari PAD APBD perubahan 2021 yang sebesar Rp 2,25 triliun.

 “Kenaikan PAD terjadi pada pos pendapatan pajak daerah sebesar 7,80 persen. Kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 30,45 persen dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar 31,19 persen.

Sementara itu pendapatan transfer sebesar Rp2,81 triliun lebih, menurun sebesar Rp607,46 miliar dari pendapatan transfer pada APBD perubahan tahun 2021 yang sebesar Rp3,42 triliun lebih. Kemudian lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 8,01 miliar.

Sementara itu komponen belanja ditetapkan sebesar Rp 5,96 triliun lebih. Mengalami penurunan sebesar Rp 418,73 miliar dari APBD perubahan tahun 2021 yang sebesar 6,38 triliun.

Adapun komponen belanja terdiri dari belanja operasional sebesar Rp 1,23 triliun lebih. Kemudian Belanja modal sebesar Rp 1,23 triliun lebih. Selanjutnya belanja tak terduga sebesar Rp 4 milyar lebih, dan belanja transfer sebesar Rp 833,28 miliar. “Sehingga APBD 2022 defisit sebesar Rp 562,50 miliar lebih,” ujar Satriawandi.

Setelah mendengarkan penyampaian juru bicara Badan Anggaran, rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda kemudian mengtok palu sidang yang memutuskan penetapan pengesahan APBD NTB tahun anggaran 2022. (ndi).

Advertisement