Dewan : Percuma Nama “Lombok” Tapi Masih Impor Cabai

Mataram (suarantb.com) – Maraknya cabai impor dari India yang dijual di sejumlah pasar di Kota Mataram harus diawasi. Dikhawatirkan, cabai impor yang dijual lebih murah dari harga cabai lokal ini tak layak konsumsi. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji.

“Intinya kalau tidak layak dikonsumsi harus dimusnahkan,” ujarnya dihubungi suarantb.com, Selasa, 28 Februari 2017.

Iklan

Jika ditemukan cabai impor tak layak konsumsi, Misban meminta agar ditindak tegas. Karena layak atau tidaknya untuk dikonsumsi akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kandungan bahan berbahaya dalam cabai impor. Maka harus betul-betul dipastikan apakah cabai impor layak konsumsi atau tidak.

Menurut Misban, menarik peredaran cabai impor dari pasar bukanlah bentuk tindakan tegas. Jika memang kualitasnya buruk, maka harus dimusnahkan langsung melalui proses pembakaran.

“Kalau hanya ditarik di pasar, ada kemungkinan barang itu akan dijual lagi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan keheranannya cabai ini telah beredar di Pulau Lombok atau khususnya di Kota Mataram. Untuk itu ia meminta Pemkot Mataram segera menindaklanjuti hal ini.

Jika cabai impor yang dijual di pasar memiliki izin dan diimpor secara resmi, ia meminta agar cabai lokal tetap diperhatikan pemerintah. Jangan sampai karena selisih harga yang jauh, cabai lokal tidak diminati.

Jika tidak, menurutnya petani di daerah ini akan mengalami kerugian. Untuk itu cabai impor harus dibatasi sehingga cabai lokal tetap laku di pasaran.

“Percuma dong nama Lombok, tapi kok masih impor cabai,” imbuhnya. (anh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here