Dewan : Percayakan Kasus Sri Rabitah Pada Pihak yang Kompeten

Mataram (suarantb.com) – Kasus yang menimpa Sri Rabitah, mantan TKW yang diduga kehilangan salah satu organ ginjalnya saat bekerja di Qatar, baru-baru ini menimbulkan banyak spekulasi yang berkembang. Terlepas dari hal tersebut, untuk saat ini, masyarakat diminta untuk mempercayakan kasus ini kepada para  ahli dan pihak yang kompeten dibidangnya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS. Kasdiono, SH kepada suarantb.com saat ditemui di Kantor  DPRD NTB, Rabu, 1 Maret 2017. Menurutnya, pihak yang berhak menyimpulkan terkait kondisi ginjal Sri Rabitah adalah pihak yang kompeten, dalam hal ini  para dokter ahli di bidangnya.

Iklan

“Saya sudah hubungi pihak-pihak di RSUP NTB dan mereka memberikan penjelasan, setelah dibaca semua data dan hasil USG-nya memang menyatakan bahwa ginjalnya masih ada kiri dan kanan,” ujarnya.

Sebaliknya, Kasdiono meminta agar pihak yang menginfokan kondisi ginjal Sri Rabitah pada tanggal 21 Februari 2017 segera diusut. Ia meyakini bahwa pihak yang memberi info pertama kepada Rabitah, adalah bukan pihak yang kompeten di bidangnya.

Terlebih, karena hal tersebut akhirnya banyak menimbulkan spekulasi yang beredar di masyarakat terkait perdagangan organ tubuh yang dapat mengancam para TKW.

“Saya sudah coba cek siapa yang memberikan info tanggal 21 Februari itu, sehingga akhirnya membingungkan masyarakat.  Jangan ada pihak-pihak yang ndak kompeten ikut berkomentar, karena ini menyangkut hal sensitif,” ungkap Kasdiono.

Oleh karena itu, ia  juga sudah meminta agar pihak RSUP segera memberikan pernyataan resmi terkait situasi yang sebenarnya terjadi. Agar tidak menimbulkan banyak spekulasi yang beredar di masyarakat.

Sebaliknya, saat ini, ia meminta agar kasus ini dapat dilihat juga dari sisi yang berbeda. Yakni indikasi adanya kelalaian dari sang majikan karena tidak bertanggung jawab atas kesehatan Sri Rabitah selama bekerja di Qatar.

“Untuk ada yang perlu dilihat dari konteks lain, bahwa yang bersangkutan ini kan pulang dalam keadaan sakit, lantas di mana letak tanggung jawab sang majikan, kan begitu,” kata Politisi Demokrat ini.

Menurutnya, kondisi Sri Rabitah yang sakit saat kembali ke Tanah Air tidak bisa disimpulkan secara langsung bahwa ia telah kehilangan organ ginjalnya, ketika data-data yang dikeluarkan tidak akurat dan bukan dinyatakan oleh para ahli yang kompeten.

Untuk  sementara waktu ia  meminta agar semua pihak mempercayakan kasus ini kepada pihak yang kompeten, para dokter ahli yang memiliki kapasitas untuk menjelaskan hal tersebut.

Terkait sikap keberatan yang disampaikan pihak Sri Rabitah, Kasdiono mengaku bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah. “Adapun sikap ketidakberatan dari pihak keluarga saya pikir sah sah saja. Sebagai second opinion,” ujarnya.

Pihaknya sendiri telah berkoordinasi dengan Disnakertrans dan akan menindaklanjuti kasus ini secara dalam. Jika ke depannya ada perkembangan-perkembangan baru yang didapat.

Namun untuk saat ini, Kasdiono berkesimpulan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk mempercayai keputusan yang dikeluarkan langsung oleh pihak yang kompeten.

“Kesimpulannya kita percaya kepada keputusan itu apabila itu diambil oleh orang yang memang punya kapasitas untuk itu. Dalam hal ini, RSUP NTB dengan seluruh perangkat keahlian dokter dan alat alat  yang ada,” pungkasnya. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here