Dewan : Penguatan Nilai Toleransi Beragama Harus Dimulai dari NTB

Mataram (Suara NTB) – Kehadiran sekitar 400 ulama dari berbagai belahan dunia di NTB, dalam konferensi internasional dan Multaqa alumni Al-Azhar di Islamic Center adalah sebuah kegiatan monumental. Kesempatan ini bisa dijadikan tonggak untuk semakin meneguhkan komitmen masyarakat NTB dalam membangun tradisi beragama yang penuh toleransi.

Pandangan ini dikemukakan oleh Anggota DPRD NTB dari Fraksi PAN, M. Hadi Sulthon, S.Sos. “Ini adalah kesempatan emas untuk mengenalkan kepada dunia bagaimana Islam tumbuh dan dihayati oleh masyarakat NTB, sebagai ajaran yang menjunjung tinggi semangat toleransi,” ujar Sulthon kepada Suara NTB, Rabu, 18 Oktober 2017.

Iklan

Menurut Sulthon, pertemuan yang digelar di Islamic Center, selaku ikon wisata halal di NTB bisa dipandang sebagai sesuatu yang bersejarah. Ia menilai, tradisi untuk menggelar kegiatan semacam ini harus terus dipertahankan agar semakin banyak masyarakat dari berbagi belahan dunia yang bisa melihat perkembangan Islam di NTB.

Di sisi lain, Sulthon melihat kehadiran  Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan ratusan ulama ini juga harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen pemerintah terhadap pembangunan di NTB.

Sulthon mengingatkan, kehadiran Presiden Jokowi dalam  kegiatan ini harus dimanfaatkan untuk terus menagih komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pariwisata dan pembangunan di berbagai bidang di NTB.

Di bidang investasi, pemerintah menurutnya perlu memperkuat dorongan pengembangan sejumlah kawasan. Mulai dari Kawasan Mandalika di Lombok Tengah, Global Hub di Lombok Utara, Kawasan Samota di Pulau Sumbawa, dan berbagai daerah lainnya di NTB.

“Dan ini semua perlu dikawal supaya keberpihakan  pemerintah terhadap pembangunan di NTB jangan hanya berhenti sampai di pidato Presiden saja. Coba lihat bagaimana nasib perpanjangan runway di bandara LIA, sampai sekarang, sudah ganti presiden belum juga terwujud,” ujarnya.

Meski demikian, Sulthon mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang monumental ini. Ia menilai, kegiatan konferensi ini nantinya bisa menghadirkan ikatan yang semakin kuat antara masyarakat dan tokoh-tokoh agama di NTB dengan para tokoh agama dari berbagai negara di dunia. Apalagi, saat ini NTB juga menyandang status sebagai salah satu ikon destinasi wisata halal dunia.

Untuk diketahui, saat ini para ulama peserta Konferensi Internasional Alumni Al-Azhar Mesir dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Mesir sebagian besar sudah tiba di Provinsi NTB. Sekitar 400 ulama yang merupakan alumni Universitas Al-Azhar Mesir tersebut sebagian sudah tiba di Mataram Senin, 16 Oktober 2017. Dan pada Selasa 17 Oktober 2017, seluruh ulama diperkirakan sudah tiba di Mataram.

Kedatangan ratusan ulama ini pun disambut meriah oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB)  mengadakan jamuan makan malam kepada seluruh peserta dan delegasi. Acara jamuan tersebut diisi kegiatan ramah tamah, dilanjutkan sambutan oleh TGB dan perwakilan ulama, Prof. Dr. Abdul Fadhil El-Qoushi asal Mesir.

Konferensi internasional ulama dunia ini nantinya akan membahas tentang Islam moderat. Pengalaman Islam yang moderat selama ini telah mampu menjaga Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. NTB sebagai bagian dari Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim tetap kondusif.

‘’Jadi, ketika dilaksanakan di NTB ini juga sebagai bagian dari ekspose NTB. Sebagai daerah yang kondusif. Yang di situ ada umat Islam yang mayoritas sangat besar. Tapi saudara-saudara non muslim bisa  hidup dengan nyaman  dan kondusif dalam suasana saling menghargai,” kata TGB.

TGB mengatakan, tugas umat Islam di NTB dan Indonesia secara umum adalah memperbanyak promosi tentang Islam moderat. Islam yang rahmatan lil alamin kepada dunia. Negara-negara Islam yang ada di dunia diharapkan dapat belajar mengenai Islam moderat di Indonesia, khususnya NTB. (*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional