Dewan Nilai Program Pemprov dan Pemda Kabupaten/Kota Belum Sinergi

Mataram (suarantb.com) – Kalangan anggota DPRD NTB berpandangan di tengah gencarnya  program-program pemerintah idealnya terjadi peningkatan kesejahteraan di NTB. Tetapi hal itu menjadi  ironis ketika angka pengangguran  dan kemiskinan justru meningkat.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi II DPRD NTB, M. Gultur Halba di Mataram, Sabtu, 6 Agustus 2016. Guntur mengatakan pemerintah kabupaten/kota harus menyatukan visi dan misi dalam menjalankan program-program yang sudah dirancang dengan program  provinsi. Jangan sampai pemerintah kabupaten/kota berjalan sendiri tanpa patuh pada rencana yang sudah dirancang Pemprov. Sebab hal tersebut akan berdampak pada tak terealisasinya cita-cita pembangunan.

Iklan

“Apapun programnya. Mau seberapa banyak peluangya, kalau tidak ada sinergi yang kuat dan utuh antara provinsi dan kabupaten/kota, susah. Sekarang kita lihat, mana sih visi misi kabupaten/kota yang sama dengan pemerintah provinsi, nggak ada,” ujarnya.

Menurut Guntur, harusnya pemerintah kabupaten/kota dalam perencanaan program-program pembangunan harus mengacu pada program pemerintah provinsi. Karena bagaimanapun juga,  pemerintah kabupaten/kota merupakan subsistem dari pemerintah provinsi. Sebagai kesatuan sistem, pemerintah kabupaten/kota harusnya mengedepankan etos sebagai perpanjangan tangan pemerintah provinsi dalam menjalankan segala program-program yang sudah dirancang oleh Pemprov NTB, bukan malah sebaliknya.

“Sekarang saya tanya, mana kabupaten/kota di NTB yang visi dan misinya sama dengan provinsi.  Lombok Utara punya visi dan misi sendiri apalagi bupatinya baru, Kota Mataram, Sumabawa Barat, Sumbawa, mereka pasti merancang program maupun penganggaran sesuai visi misinya, saat Pilkada. Nah sekarang matching nggak dengan visi-misinya Gubernur, belum tentu, ” kata Politisi Demokrat ini.

Guntur mengatakan  jika program kabupaten/kota tidak sinergi bagaimanapun bagus dan besarnya program-program tersebut pasti akan memuara pada kegagalan.

“Jadi, walaupun anggarannya besar, programnya hebat, tapi kalau tidak ada sinergi, tidak matching antara kabupaten/kota di NTB ya susah juga. Provinsi tidak bisa berjalan sendiri. Dalam hal ini membutuhkan dukungan dari semua kabupaten/kota di NTB,” .(ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here