Dewan Nilai Pembangunan Sarana Jalan Masih Timpang

Tanjung (Suara NTB) – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) menilai pembangunan sarana jalan di tingkat desa masih timpang. Dewan pun meminta, usulan-usulan pembangunan jalan oleh SKPD terkait agar memperhatikan aspek kemanfaatan, dan situasi di masyarakat dalam menunjang ekonomi warga.

Hal itu dikemukakan anggota Komisi III DPRD KLU, L. M. Zaki, Sabtu 16 Juli 2016. Anggota dewan asal Dapil Bayan ini mengaku banyak menerima keluhan warga termasuk warga Desa Akar Akar Kecamatan Bayan. Di mana desa ini masih banyak warga yang membutuhkan perhatian pemerintah. Di Dusun Mbar Mbar dan sekitarnya, dicontohkan Zaki, akses jalan sepanjang 9 km lebih ini diektahui berstatus jalan kabupaten. Namun sampai kini, belum tersentuh oleh program. Sedangkan di sisi lain,  masyarakat memanfaatkan jalur ini untuk mengangkut hasil perkebunan seperti kakao, cengkeh dan kelapa.

Iklan

“Jalan di Dusun Mbar Mbar ini merupakan satu-satunya jalan Kabupaten di Desa Akar-akar. Tetapi sampai sekarang belum tersentuh pembangunan,” ungkap Zaki.

Dikatakannya, terdapat 6 akses jalan di Desa Akar Akar. Sebagian yang tersentuh aspal, justru tidak termasuk jalan kabupaten. Di jalur ini pula, ia melihat proses pengaspalan tidak terencana dengan baik, karena pengaspalan melompati salah satu dusun di jalur yang sama. Atas dasar inilah, ia meminta SKPD untuk merencanakan program dengan baik serta melihat kebutuhan masyarakat.

Politisi PDIP KLU ini mencatat, jumlah penduduk Akar -Akar sebanyak 7.173 jiwa. Sebagai warga desa, ia meminta agar SKPD terkait segera membuat perencanaan dan mengusulkan anggaran pembangunan akses jalan tersebut pada APBD 2017 mendatang. “Akses jalan kabupaten ini, berada di jalur padat permukiman penduduk. Sekitar 80 persen penduduk Akar-Akar yang bermukim di 19 dusun, dilewati jalan tersebut. Akibatnya, masyarakat juga kerap mengeluhkan bahkan menganggap diri dianaktirikan oleh kebijakan pembangunan,” paparnya.

Sebagai anggota dewan, sambungnya, Zaki mengaku akan terus mendesak SKPD untuk memperhatikan akses jalan ini. Mengingat akses jalan ini cukup berdampak terhadap mobilitas ekonomi masyarakat.

“Kami tak iri melihat jalan-jalan lain yang sudah bagus di wilayah desa lain, tapi prioritas pembangunan juga sebaiknya melihat kemanfaatan dan kepadatan penduduk. Desa Akar Akar adalah desa terluas di Kecamatan Bayan, tapi pembangunannya belum merata,” demikian Zaki. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here