Dewan Minta Pelaku Pembalakan Liar Ditindak Tegas

Mataram (suarantb.com) – Maraknya aksi pembalakan liar yang terjadi di beberapa tempat dinilai menjadi salah satu pemicu bencana kekeringan yang kerap melanda sejumlah daerah di NTB. Salah satu fungsi hutan adalah menyimpan debit air. Ketika kayu-kayu yang seharusnya berfungsi menjaga sumber-sumber mata air tersebut terus ditebang, maka akan menyebabkan sumber mata air menjadi kering dan secara luas bisa menjadi salah satu penyebab kekeringan.

Anggota DPRD NTB, Burhanuddin, S.Sos mengatakan, fungsi pohon selain sebagai pengikat tanah juga menjaga agar debit air tetap utuh sehingga kuantitasnya tidak jauh merosot ketika musim kemarau.  Sebaliknya kuantitas air permukaan tidak menjadi berlebihan pada saat musim hujan. Menurut Burhanuddin, hal tersebut harus menjadi atensi semua pihak. Jangan sampai, ulah sebagian kecil masyarakat tersebut memberikan dampak panjang dan berkelanjutan.

Iklan

“Jangan sampai ada pembiaran. Harus ada tindakan tegas dari aparat terkait. Karena dampaknya sangat luas, seperti longsor, kekeringan dan lain sebagainya,” kata Burhanuddin di Mataram, Selasa, 20 September 2016.

Burhanuddin meminta  semua unsur yang terkait dengan persoalan hutan dan pembalakan liar supaya  sama-sama serius melihat persoalan ini. Kesan main mata aparat, cukong dan pembalak liar yang selama ini menjadi rahasia umum sudah harus selesai. Jika tidak begitu, bukan tidak mungkin, dampak lain yang lebih mengerikan akan segera terjadi di NTB.

“Tidak boleh lagi ada pembiaran. Sudah harus dilakukan tindakan tegas. Mata rantainya harus diputus,” sarannya.

Ia juga mengharapkan pihak-pihak yang terindikasi melakukan pembiaran atau terlibat langsung dalam praktik-praktik menggunduli hutan tersebut harus mendapat sanksi tegas dari pemerintah. Hal tersebut penting dilakukan mengingat dampak buruk yang diakibatkan oleh praktik pembalakan liar sangat panjang dan berkelanjutan

“Harus ada ketegasan kepada cukong, oknum aparat dan lain sebagainya yang melakukan praktik tersebut. Karena hal ini salah satunya telah menyebabkan kekeringan, longsor dan abrasi. Mereka harus ditindak tegas,” tegasnya. (ast)