Dewan Minta Parkir di RSUD Kota Mataram Digratiskan

Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska saat rapat kerja dengan jajaran RSUD Kota Mataram, meminta RSUD mengratiskan parkir di rumah sakit milik Pemkot Mataram tersebut. (Suara NTB/fit)

Mataram (Suara NTB) – Komisi II DPRD Kota Mataram meminta RSUD Kota Mataram menggratiskan parker di RSUD Kota Mataram. Permintaan ini dilontarkan Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, S.Pt., menyusul minimnya penghasilan yang didapatkan daerah dari parkir di RSUD Kota Mataram yang saat ini dikelola oleh pihak ketiga.

‘’Alat karcis parkir di RSUD Kota Mataram juga sering rusak. Kalau memang penghasilan yang didapat dari parkir kecil sekali, sebaiknya parkir digratiskan saja. Sehingga, rumah sakit tidak lagi pusing-pusing memikirkan soal parkir ini,’’ kata Wiska saat memimpin rapat kerja Komisi II dengan RSUD Kota Mataram di DPRD Kota Mataram, Selasa, 23 Juni 2020.

Iklan

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. HL . Herman Mahaputra tidak menyangkal kondisi tersebut. Pihak RSUD Kota Mataram, lanjut dia, hanya menerima penghasilan berupa sewa lahan parkir yang dikelola oleh pihak ketiga sebesar Rp7 juta per bulan. Sedangkan untuk pajak parkir, diserahkan langsung oleh pihak ketiga kepada Pemkot Mataram melalui BKD (Badan Keuangan Daerah).

Pihak ketiga, kata dokter Jack, berkewajiban membayar 25 persen dari total penghasilan yang diperoleh dari pengelolaan lahan parkir kepada Pemkot Mataram. Dia membenarkan, masih terdapat piutang parkir dari pihak ketiga terhadap pemerintah pada tahun 2018 dan 2019. Oleh karena itu, dia berharap Dewan dapat memfasilitasi persoalan piutang pajak ini dengan BKD.

‘’Kata kuncinya adalah, pajak akan diberlakukan selama produktif. Sedangkan selama gempa parkir ini tidak dipakai,’’ ucapnya.

Dia menegaskan, bahwa pengelolaan parkir rumah sakit tidak bisa disamakan dengan pengelolaan parkir di mall atau pusat-pusat perbelanjaan. ‘’Kadang orang datang dalam keadaan darurat tidak bawa dompet, jadinya tidak bisa bayar parkir. Sedangkan kalau parkir di mall itu kan murni bisnis,’’ katanya.

Namun demikian, terhadap saran Dewan untuk menggaratiskan parkir rumah skait plat merah tersebut, pihaknya tentu tidak bisa langsung mengambil keputusan. RSUD Kota Mataram akan membicarakan usulan ini lebih lanjut dengan Walikota mataram maupun Sekda. (fit)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional