Dewan Lotim Minta Anak Kembar Siam Segera Dioperasi

Anak kembar siam saat dikunjungi Wakil Ketua DPRD Lotim, Badran Achsyid, Rabu, 17 Juni 2020. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Anak kembar siam, Inaya dan Anaya, yang lahir 8 Mei 2019 menanti operasi pemisahan. Wakil Ketua DPRD Lotim, Badran Achsyid meminta operasi pemisahan ini segera dilakukan dengan alasan kemanusiaan.

“Kita minta ini demi alasan kemanusiaan segera saja dioperasi,” ungkap Badran usai mengunjungi keluarga anak kembar siam mengantarkan sumbangan hasil urunan anggota DPRD Lotim sebesar Rp 15 juta.

Iklan

Menurut Badran, para anggota DPRD Lotim prihatin terhadap nasib Anaya dan Inaya, karena operasi pemisahan keduanya membutuhkan dana mencapai Rp 1,5 miliar. Politisi Partai Gerindra Lotim ini pun berencana memanggil Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar turut memberikan perhatiannya kepada Inaya dan Anaya.

Saat ini, ujarnya, usia keduanya sudah 14 bulan. Usia ini disebut sebagai masa golden age atau usia keemasan. Pihak keluarga pun menaruh harapan besar agar operasi pemisahan ini segera dilakukan. Ada rencana operasi akan digelar di Lotim. Jika RSUD Lotim ini berhasil, maka akan menjadi prestasi gemilang.

“Kalau sukses Lotim maka akan jadi kebanggaan dan ini kali pertama bagi NTB, khususnya Lotim,” ungkapnya.

Husniati, ibu anak kembar siam ini, mengaku sangat menanti operasi segera dilakukan. Soal dana, saat ini katanya sudah terkumpul dana Rp 250 juta. Dana tersebut dibanding dengan kebutuhan total biaya masih sangat jauh.

“Tadi juga ada tim dari penggalang dana dari RSUD datang,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedjono Selong, dr. M. Tantowi Jauhari mengatakan operasi anak kembar siam ini tertunda, karena Covid-19. Dokter yang akan didatangkan dari Surabaya belum bisa, karena di Surabaya sedang wabah Corona juga.

Diakui biaya operasi anak kembar siam ini cukup besar. Kebutuhan Rp 1,5 miliar itu sudah dibuatkan dalam proposal rinci, karena membutuhkan tidak satu dokter. “Ada proposal dari tim kembar siam ini,” terangnya.

Mengenai peralatan, sebagian besar sudah bisa disediakan di RSUD Lotim. Jika dirasa kurang, maka bisa didatangkan dari provinsi. Adapun tenaga ahli yang dimiliki Lotim, katanya Lotim hanya memiliki ahli bedah umum saja. “Belum ada yang ahli pisah kembar siam,” ujarnya. (rus)