Dewan Kritisi Privatisasi Kawasan Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) mengkritisi sulitnya menikmati pemandangan di kawasan wisata Senggigi, lantaran sepanjang pantai dikuasai investor dan dibangun hotel dan villa. Kondisi ini menyulitkan warga kurang mampu untuk sekedar berlibur di kawasan itu. Seharusnya ada semacam perlakuan di kawasan Senggigi agar tidak terlalu diprivatisasi oleh pengusaha. Apalagi kawasan ini mulai semerawut, baik dari sisi bangunan dan transportasi.

“Susahnya menikmati pemandangan, wabil khusus bagi warga miskin lantaran banyaknya dibangun lapak di sekitar bibir tebing yang justru seharusanya dijadikan publik area, selain itu sepanjang pantai sudah dikuasai, bangun hotel, sehingga terkesan diprivatisasi,” aku Wakil Ketua DPRD Lobar H Sulhan Mukhlis belum lama ini.

Iklan

Diakuinya, masyakarat kurang mampu sulit menikmati pemandangan di kawasan setempat, karena tidak diizinkan masuk ke kawasan pantai oleh pihak pengusaha. Sehingga orang berduit yang menginap di hotel saja yang bisa menikmati pemandangan.

Selain itu, penataan sepanjang jalur kawasan itu juga mengakibatkan menghalangi pemandangan. Seperti lapak yang dibangun di sepanjang akses jalan. Lapak PKL ini jelasnya mengakibatkan pemandangan kumuh dan kurang bagus bagi pengunjung. Seharusnya kata Sulhan, titik-titik ini dijadikan publik area bagi masyakarat yang ingin menikmati pantai.

Ia juga menyentil perayaan even-even yang masuk kalender pariwisata Lombok Barat setiap tahun diadakan, dana untuk pelaksanaan even itupun tidak kecil menyentuh hingga miliaran rupiah per tahun. Namun hal itu belum memiliki imbal balik signifikan terhadap penerimaan daerah. Pasalnya, even itu diadakan hanya bersifat seremonial sesaat saja. Masih monoton, belum memiliki kreativitas yang mampu memberi daya tarik bagi wisatawan luar.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi, MEd., menjelaskan, event-event yang diadakan seperti lebaran ketupat memberikan efek bagi Kunjungan wisatawan. Ispan sangat menyakini melalui kegiatan yang masuk dalam kalender event Lobar itu, dapat menarik para wisatawan untuk datang berwisata ke Lobar.

Hal ini lantaran pihaknya sudah meminta para pelaku wisata untuk mengarahkan tamunya melihat event tersebut. Terlebih lagi setiap tahunnya kawasan Batulayar-Sengigi tetap menjadi lokasi favorit masyarakat saat perayaan Lebaran Topat tiba. Terkait penataan lapak PKL, pihaknya sudah mengupayakan termasuk dengan perahu nelayan melalui forum FTKP dan lainnya. (her)