Dewan Apresiasi Panen Raya Jagung Bupati Bersama Mentan

Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah bersama Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Berlian Rayes, dan pejabat lainnya dalam panen raya jagung di kecamatan Utan.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Berlian Rayes, S.Ag, mengapresiasi kegiatan panen raya jagung Bupati bersama Menteri Pertanian (Mentan) RI, secara virtual. Apalagi, Bupati Sumbawa menjadi salah satu Kepala Daerah yang berkesempatan berdialog secara langsung dengan Mentan dalam kegiatan Panen Raya Jagung Nusantara yang digelar secara virtual dan serentak di seluruh Indonesia.

Sebagaimana disampaikan Berlian, Kamis, 30 September 2021. Yang hadir mendampingi Bupati mewakili Ketua DPRD Sumbawa pada kegiatan nasional yang dipimpin langsung Menteri Pertanian ini dipusatkan di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Diikuti ratusan Bupati dan tiga Gubernur. Adapun di Sumbawa, panen raya dilaksanakan di lahan jagung milik Kelompok Tani Galak Jango Desa Bale Brang Kecamatan Utan, Rabu lalu.

Iklan

“Dari ratusan kepala daerah, yang terpilih diantaranya lima orang termasuk Bupati Sumbawa yang bisa berdialog langsung dengan Pak Menteri. Karena mendapatkan atensi atas meningkatnya produksi jagung di Kabupaten Sumbawa. Karena itu Insya Allah Pak Menteri akan memberikan bonus program kepada Bupati Sumbawa atas meningkatnya produksi tersebut. Oleh karena itu, kami mengapresiasi atas capaian kerja Bupati Sumbawa sekarang yang telah mampu meningkatkan produktifitas jagung,” kata Berlian.

Berlian berharap dengan pelaksanaan kegiatan panen raya tersebut, dapat memotivasi petani di Sumbawa untuk lebih giat menanam jagung. Kemudian bisa memperhatikan tata cara penanaman untuk meningkatkan produksi jagung. “Mudah-mudahan dengan pelaksanaan panen raya kemarin di Kecamatan Utan, akan memotivasi petani di Sumbawa untuk lebih giat  menanam jagung dan memperhatikan komposisi dan cara menanam untuk peningkatan produksi,” harapnya.

Sekarang ini, lanjutnya, Dinas Pertanian sudah mulai berbenah terutama dalam memberikan pendampingan kepada petani. Misalnya di Kecamatan Utan, petugas lapangan kompak dan bahu membahu. Ini harus terus ditingkatkan.

Sedangkan untuk penggunaan kartu tani, Pemda Sumbawa diminta melakukan kajian berdasarkan pernyataani Menteri Pertanian. “Kemarin yang menjadi masalah ada pernyataan Pak Menteri kalau misalnya kartu tani bermasalah, itu tidak perlu dilanjutkan.  Ini perlu menjadi kajian pemerintah daerah atas statemen Pak Menteri. Kita minta agar kembali ke pola manual,” tukasnya.

Harapan lainnya, agar ada penambahan kuota pupuk. Mengingat ada peningkatan luas lahan,” pungkasnya. (arn/ind)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional