Dewan Apresiasi Ketersediaan Beras dan Gabah di Gudang Bulog Lotim

Anggota DPRD Lotim melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Bulog Lotim untuk memastikan ketersediaan dan kualitas beras belum lama ini.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Ketersediaan beras di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Lombok Timur (Lotim) mendapat apresiasi dari DPRD Lotim. Pasalnya dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ke Bulog, kalangan legislatif menemukan kualitas bahan pokok, terutama beras saat ini cukup baik.

“Syukur alhamdulillah. Kualitas bahan pokok terutama beras dan gabah di Bulog Lotim sudah bagus terkait dengan penyaluran BPNT,” terang Wakil Ketua DPRD Lotim, M. Badran Achsyid, SE, Kamis, 18 Juni 2020. Kondisi ini, kata dia, sudah mengalami perbaikan baik dari segi harga dan kualitas gabah dan beras. Tidak lagi seperti sebelum-sebelumnya, sehingga membuat pihak Bulog dipandang menyediakan beras dengan kualitas yang kurang bagus. Untuk beras ini pun, merupakan program bansos rastra yang didistribusikan tiga bulan.

Iklan

Di mana masing-masing KPM menerima 15 kilogram per orang dengan data sekitar 138.000 KPM mengacu data tahun 2019. Terpisah, Kepala Sub Divre Bulog Lotim, Harisun, menyampaikan jika penyerapan gabah petani di Bulog Lotim terus dilakukan, sehingga keberadaan stok ini setiap hari terus mengalami peningkatan, sampai saat ini penyerapan jumlah beras yang masuk 8.326 ton.

Pihak Bulog Lotim terus melakukan pelayanan dan pengadaan sehingga target untuk penyerapan gabah petani di tahun 2020 hingga bulan Desember sebanyak 15.181 ton. Dengan kondisi stok ini, Bulog Lotim menjamin untuk ketersediaan dan ketahanan stok di Lotim cukup aman.    “Hasil sidak DPRD Lotim sangat puas dan mengapresiasi dengan kualitas beras dan gabah Bulog,” ungkapnya.

Penyerapan dilakukan baik yang berasal dari 18 lebih petani mitra besar dan kecil maupun petani perorangan. Untuk perorangan ini, syaratnya dipermudah cukup menyerahkan KTP dan NPWP. Namun untuk masuk ke gudang harus memenuhi syarat kualitas gabah dan berasnya.

Untuk harga gabah kering giling (GKG) yang masuk, Rp5.300 per kilogram berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) berupa gabah kering. Sementara untuk beras, Rp8.300 per kilogram dengan kualitas standar medium. Kualitas beras GKG yang diterima yaitu kadar air (KA) 14 persen dan kadar hampa (KH) kotoran maksimal 3 persen. Kualitas ini cukup tahan disimpan dalam waktu tertentu dan siap digiling untuk menghasilkan beras standar pada saatnya. (yon)