Dewan Alokasikan Rp50 Miliar Penanganan Jalan dan Jembatan Rusak Akibat Bencana

0
Lalu Satriawandi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir yang melanda sejumlah titik wilayah di Provinsi NTB. Untuk mengatasi itu, DPRD Provinsi NTB sendiri telah berinsiatif untuk mengalokasikan anggaran puluhan miliar di APBD murni tahun 2022 yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi NTB melalui juru bicaranya, Lalu Satriawandi menyampaikan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar pada APBD tahun 2022 untuk penanganan jalan dan jembatan yang rusak berat akibat bencana alam.

IKLAN

“Badan anggaran memutuskan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk penanganan jalan yang rusak berat dan jembatan yang putus akibat bencana alam yang tidak termasuk dalam skema Perda percepatan jalan,” ujar juru bicara Banggar, Lalu Satriawandi.

Selain itu, Banggar juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 701 kilometer yang tidak termasuk dalam skema pembiayaan perda nomor 12 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan jalan provinsi dengan pola tahun jamak.

“Setelah melakukan rapat internal dan mempertimbangkan saran dari Komisi IV yang membidangi infrastruktur. Badan anggaran memutuskan mengalokasikan dana sebesar Rp25 miliar untuk pemeliharaan jalan Provinsi,” ucapnya.

Penganggaran itu dilakukan Banggar DPRD NTB karena biaya pemeliharaan jalan tersebut dirasa sangat prioritas. Namun hal itu tidak mendapatkan perhatian serius dari pihak Pemprov NTB. Karena itu Banggar memutuskan untuk mengalokasikan anggaran tersebut.

“Pastinya, usulan dan rekomendasi itu telah dilakukan pendalaman dengan memperhatikan kondisi lapangan yang sangat mendesak. Ini karena, jumlah jalan dan jembatan yang rusak di NTB, jumlahnya menyebar di semua kabupaten/kota. Namun sayang, TAPD Pemprov, justru tidak menganggarkan kepentingan publik tersebut,” pungkasnya. (ndi)