Destinasi Wisata Penyangga MotoGP Perlu Diperhatikan

Dewantoro Umbu Joka. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Menyambut gelaran MotoGP 2021 berbagai persiapan masih perlu dimatangkan. Khsusunya untuk penguatan destinasi wisata penyangga Kawasa Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi utama event balap motor internasional tersebut.

“Kita jangan terfokus di MotoGP, tapi penyangga juga mesti kita perbaiki,” ujar Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) NTB, Dewantoro Umbu Joka, kepada Suara NTB, Minggu, 2 Februari 2020 di Mataram. Hal itu sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan promosi yang dilakukan oleh pelaku usaha pariwisata.

Iklan

Diterangkan Dewantoro sampai saat ini pembenahan destinasi wisata di NTB, khususnya jika dikaitkan dengan pengembangan KEK Mandalika untuk MotoGP, masih belum seimbang. Dicontohkannya seperti beberapa proyek yang belum selesai atau bahkan mangkrak seperti Pelabuhan Senggigi dan Pelabuhan Gili Trawangan.

“Nanti yang kita jual itu tidak hanya MotoGP. Ada juga (wisatawan) ke destinasi lain di Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok utara, bahkan Sumbawa,” ujar Dewantoro. Untuk itu, seluruh kabupaten/kota di NTB disebut setidaknya perlu menujukkan keseriusan dalam menyiapkan diri. “Kita manfaatkan MotoGP untuk datang ke tempat kita ini,” sambungnya.

Bagi pelaku usaha pariwisata, perbaikan infrastruktur disebut merupakan sesuatu yang sangat diharapkan sebagai penunjang kebutuhan MotoGP. Hal tersebut menyangkut kualitas objek wisata yang bisa ditawarkan kepada wisatawan nantinya.

Dalam prosesnya nanti, Dewantoro menyebut bahwa secara umum wisatawan yang datang menonton MotoGP hanya akan menghabiskan satu hari untuk event tersebut. Dengan begitu pelaku usaha pariwisata, khususnya agen perjalanan, dapat mengatur paket yang bisa ditawarkan untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan.

“Tiga harinya dia kosong, tidak mungkin nongkrong di situ (KEK Mandalika, Red) terus,” ujar Dewantoro. Menurutnya, destinasi wisata yang memiliki potensi paling bagus untuk menunjang MotoGP adalah kawasan Senggigi. Mengingat kawasan tersebut dapat dijadikan pusat atau titik awal  yang representatif datangnya wisatawan ke Lombok.

“Dari sana orang bisa ke mana-mana. Kalau Mandalika pasti otomatis dia akan disiapkan benar, tapi di kabupaten/kota lain ini daya peyangganya harus benar-benar bagus,” ujarnya. Dengan mempersiapkan hal tersebut, keinginan wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal diharapkan dapat terwujud, sehingga target pemerintah untuk peningkatan kualitas wisatawan dapat terpenuhi.

Selain itu, penyiapan kawasan penyangga sendiri diterangkan Dewantoro perlu memperhitungkan kemungkinan wisatawan yang memilih tinggal di Bali. Terutama dengan opsi menyeberang menggunakan kapal cepat ke Tiga Gili atau Senggigi.

“Jadi itu perlu dipersiapkan. Supaya habis menonton dia bisa kembali ke situ (Tiga Gili atau Senggigi, Red) lagi. Atau paling tidak dia (tertarik) datang ke situ,” pungkasnya. (bay)