Destinasi Wisata Disesaki Pengunjung, Harus Ada Tindakan Represif dari Pemerintah

H. M. Sukiman Azmy. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy, MM., menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam terkait membeludaknya pengunjung di sejumlah destinasi wisata setelah dibuka per tanggal 20 Juni lalu. Melainkan perlu adanya tindak represif dari pemerintah, terutama penekanan protokol kesehatan. Pasalnya, dibukanya destinasi wisata itu untuk menjawab keinginan masyarakat dengan mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial maupun psikologis.

Dibukanya destinasi wisata, kata bupati, maka perlu dilakukan langkah-langkah konkrit supaya prediksi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Lotim tidak terjadi. Salah satunya dengan menekankan kepada masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Di mana pemerintah ingin menghidupkan perekonomian masyarakat, namun di satu sisi juga harus dilakukan fasilitasi supaya kasus Covid-19 tidak merebak pada episode kedua.

Iklan

Sementara pada episode pertama Pemda Lotim berhasil menekan kasus Covid-19. Dicontohkan bupati, Lotim pada awalnya berdasarkan prediksi dari Unram akan terjadi peningkatan kasus mencapai 596 kasus, namun selaku kepala daerah optimis berada di angka 100 kasus. Adapun 108 saat ini karena titipan dari kabupaten/kota lain, karena KTP Lotim, namun penduduk daerah lain. “Alhamdulillah kita bisa meredam itu (Covid-19),” terang bupati saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Juni 2020.

Bupati berharap adanya tindakan refresif dari Pemda terkait keramaian yang terjadi di tempat wisata, minimal pada pintu-pintu masuk berdiri Polisi, TNI, Satpol PP, sehingga apabila ada masyarakat tidak mengindahkan protokol kesehatan dapat dilakukan pembinaan hingga sanksi. Seperti contoh di Sembalun, luapan masyarakat yang berwisata menunjukkan keinginan masyarakat untuk berwisata cukup besar.

Orang nomor satu di Gumi Selaparang ini tidak menampik abainya masyarakat terhadap penggunaan masker. Dari pantauannya, abainya penggunaan masker ini tidak hanya di jalan raya ataupun di pusat-pusat keramaian, untuk di lingkungan kesehatan sendiri masyarakat yang datang berkunjung sudah mulai ditemukan tidak memakai masker.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim, Dr. M. Mugni, pembukaan seluruh destinasi wisata di Kabupaten Lotim atas koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB. Pembukaan destinasi inipun sudah ada standar khusus, seperti penerapan wajib masker bagi objek-objek wisata yang memiliki tiket masuk. Bahkan di tempat-tempat wisata, diharuskan untuk tetap cuci tangan dengan menggunakan produk lokal. Upaya ini dilakukan supaya pengrajin-pengrajin gerabah mendapat azas manfaatnya. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional