Destinasi Wisata di Mataram Kembali Ditutup

Sejumlah pengunjung di Makam Loang Baloq berswafoto pekan kemarin. Sejumlah objek wisata di Kota Mataram kembali ditutup. Penutupan itu karena pengunjung tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah destinasi wisata di Kota Mataram, terhitung mulai Senin, 13 Juli 2020. Kebijakan ini dikarenakan pengunjung tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menyampaikan, hasil rapat koordinasi bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 merekomendasi destinasi wisata di Kota Mataram ditutup. Penutupan ini disebabkan pengunjung tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. “Penutupan destinasi wisata kita mulai hari ini (kemarin, red). Ini keputusan tegas dari Pak Walikota,” kata Martawang usai rapat tertutup di aula Pendopo Walikota Mataram.

Iklan

Destinasi wisata Kota Mataram yang ditutup di antaranya, Pantai Gading, Pantai Loang Baloq, Makam Loang Baloq, Pantai Tanjung Karang, Pantai Ampenan, Makam Bintaro serta Taman Wisata Mayura. Menurut Martawang, tingkat kunjungan di destinasi wisata tersebut cukup ramai pada hari – hari tertentu. Pengelola telah menyiapkan tempat cuci tangan. Tetapi pengunjung banyak yang tidak mengenakan masker dan tidak bisa mengatur jarak. Pemkot tidak ingin timbul klaster baru akibat ketidakdisiplinan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata, H. Nizar Denny Cahyadi menambahkan, penutupan destinasi wisata di Mataram sampai akhir bulan Juli mendatang. Sikap tegas pemerintah karena melihat terjadinya penumpukan pengunjung di Loang Baloq. Secara estimasi wisatawan yang berkunjung pada hari libur sekitar 500 – 1.000 pengunjung di areal Taman Wisata Loang Baloq. “Jangan ada lagi klaster baru nanti disebut klaster Loang Baloq,” ujarnya.

Masyarakat berkunjung umumnya berasal dari luar Kota Mataram. Dari hasil evaluasinya kata Denny, wisatawan tidak taat mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Padahal, tempat cuci tangan telah disediakan, tetapi tidak menggunakan masker. Dispar membagikan 100 masker ke pengunjung. “Itupun yang kita bagikan kurang. Karena hampir setengah dari pengunjung tidak pakai masker,” sesalnya.

  Dana Kelurahan Harus Segera Dicairkan

Penutupan destinasi wisata diprediksi menimbulkan gejolak, terutama bagi pedagang. Denny menyampaikan, kebijakan itu harus dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima untuk mengemas kembali barang dagangannya. Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, H. Ahyar Abduh membenarkan bahwa destinasi wisata di Mataram ditutup. Pasalnya, masyarakat belum menyadari pentingnya protokol kesehatan Covid-19.

“Saya minta destinasi wisata ini ditutup,” tegas Walikota. Sejumlah objek wisata mulai dari Cakranegara yakni Taman Mayura, Pantai Gading di Jempong Baru, Makam Loang Baloq dan Pantai Loang Baloq di Tanjung Karang serta Pantai Ampenan akan dijaga ketat oleh petugas gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here