Destinasi Wisata Buatan, Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Kepala Desa Anjani, Muhammad Said  memperlihatkan tanah pecatu yang akan disulap menjadi objek wisata menarik, Senin, 6 Desember 2021.(Suara NTB/rus)

Desa-desa wisata di Kabupaten Lombok TImur (Lotim) terus berbenah menyulap potensi wisata menjadi kawasan menarik. Salah satunya dilakukan Desa Anjani Kecamatan Suralaga. Lahan pecatu seluas 8 hektar siap akan disulap jadi objek wisata. Wisata buatan dinilai jauh lebih menjanjikan guna membangkitkan ekonomi di tengah pandemi.

 

Iklan

KEPALA Desa Anjani, Muhammad Said kepada Suara NTB mengatakan, di atas lahan pecatu tersebut sudah mulai dibangun kolam renang. Wisata ini dinilai sanga prospek dan hasilkan pundi-pundi pendapatan yang luar biasa. Terrbuki, sudah berjalan beberapa bulan saja responnya sudah besar. Banyak yang datang berwisata. Dalam waktu tiga bulan sudah diperoleh pendapatan Rp60 juta.

Selama ini, tanah seluas 8 hektar itu setahun diperoleh pendapatan untuk desa sebesar Rp90 juta. Dibandingkan objek wisata yang berada di atas lahan 3 are yang sudah dibangun, sudah jauh sekali perbandingannya. Diyakini, ketika semua kawasan ini terbangun dan terintegrasi dengan konsep wisata maka diyakini ratusan juta bisa diperoleh.

Tekad Kepala Desa Anjani, pariwisata desanya ini bisa menjadi lebih andal. Desa Anjani siap akan membangun pariwisata skala besar dan diyakini akan bisa  menunjang ekonomi rakyat. Peran besar pariwisata dalam pembangunan ekonomi ini sangat dirasakan. Pada objek yang sudah dibangun ini saja sudah menyerap sekitar 40 orang tenaga kerja.

Tidak diinginkan lahan pecatu yang potensial menghasilkan uang besar ini hanya hasilkan puluhan juta dan tidak memberikan efek tetes yang besar bagi perbaikan ekonomi masyarakat. “Kalau dibiarkan begitu saja, hanya disewa orang, hasilnya kecil,” imbuhnya. Sebagai salah satu desa mandiri, Anjani ingin menjadi desa-desa mandiri. “Kita ingin mandiri yang sebenarnya,” imbuhnya.

Diakui, anggaran untuk membangun objek wisata ini butuh biaya besar. Di atas lahan 3 are saja sudah menelan dana pembangunan kolam Rp1,2 miliar. Pembangunan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) ini butuh waktu lama.

Kades Anjani berharap semua impian masyarakat agar ekonomi bangkit di tengah pandemi ini segera terwujud. Diperlukan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat agar cita-cita besar bersama bisa menjadikan Anjani desa yang mandiri secara ekonomi. Di atas lahan 8 hektar itu, nantinya akan ada kolam pemancingan, tempat-tempat atraksi wisata dan kegiatan-kegiatan bernuansan wisata lainnya. (rus)

Advertisement