Desi Ratnasari, Jadi Atlet Voli Berkat Bimbingan Sang Ibu

Desi Ratnasari. (Suara NTB/ist)

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah ini cocok disematkan pada atlet voli pasir NTB, Desi Ratnasari. Bakat bermain volinya tak lepas dari faktor genetis di keluarganya. Berawal dari Ibunya,  kini hobi memukul si kulit bundar itu menjadikan dirinya sebagai atlet berprestasi nasional hingga berprestasi level internasional.

Desi Ratnasari mengisahkan hobinya bermain  bola voli itu seakan telah mengalir deras dalam darahnya. Pasalnya sejak kecil (sekitar usia sepuluh tahun) ia sudah dikenalkan oleh Ibunya untuk bermain bola voli. Saat itu juga atlet asal Kabupaten Bima ini langsung jatuh hati untuk menggemari dan menyukai olahraga tersebut tanpa ingin berpaling ke olahraga lain. Maklum ia sangat mengidolakan Ibunya yang pandai  bermain bola voli.

Iklan

“Saya kenal olahraga bola voli dari ibu saya karena waktu saya kecil saya selalu ikut kalo ibu saya pergi tanding kemana-mana. Jadi saya pengen seperti ibu saya dan saya mengidolakan ibu saya sendiri, meskipun yang latih saya  pertamakali di olah raga bola  voli adalah guru Olahraga  SD (Sekolah Dasar) saya,” ucap Atlet  Voli Pasir PON NTB, Desi Ratnasari kepada Suara NTB, Rabu, 2 September 2020.

Bakat bermain bola voli, Desi Ratnasari boleh jadi tularan dari Ibunya. Maklum Ibunya yang bernama Jumiati juga pernah menjadi  atlet bola voli indoor di era tahun 90-an. Sehingga saat Desi menggeluti olahraga voli  langsung mendapat dukungan penuh dari keluarganya.

Atas  bimbingan Ibunya,  putri pasangan Ahmad Abdullah dan Jumiati ini akhirnya mampu menguasai teknik memukul si kulit bundar. Tak heran diusia pelajar SMP ia sudah mengikuti beberapa event regional tingkat kabupaten/kota se-NTB.

Pertamakali Desi Ikut turnamen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) NTB  tahun 2011 langsung meraih prestasi. Dari hasil O2SN NTB  itulah Desi sudah mewakili tim  NTB di level nasional.

Namun demikian sebelum berprestasi di nomor bola voli pasir, Desi memulai hobinya itu di bola voli Indoor. Tahun 2011 ketika diusia pelajar  ia dibina oleh Pesat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB.

“Di PPLP NTB saya belum mengenal voli pantai saya masih berlatih voli indoor sama pelatih Almarhum Aji Teje (Suteja) dan pak H. Kadir dan om Nyoto. Selesai di PPLP saya ikut voli pantai sama om Agus Salim,” ucapnya.

Selama berlatih voli pasir  sekitar tahun 2014, Desi  sudah mulai tampil di beberapa event nasional. Pada tahun 2015 ia sudah  ikut Sirkuit Nasional  (Sirnas) dan meraih perunggu di Pra-PON 2015. Dari situlah Desi mulai  dipanggil pelatnas voli pantai Indonesia sampai saat ini.

Adapun prestasi yang telah  diraih Desi sejak menjadi atlet voli pasir hingga saat ini. Medali emas kejurnas junior Sidoarjo 2013, medali perak sirkuit Nasional Probolinggo 2015, perunggu pra-PON voli pantai 2015, perak sirkuit Nasional Sidoarjo 2018, perak sirkuit Nasional Bandung 2018, perak sirkuit Nasional Tuban 2018, perak sirkuit Nasional Lombok 2018, perunggu south Asia BVB Championship (Singapura) 2018, medali emas  Sirnas Bengkulu 2017, peringkat V Asian Games voli pantai Palembang 2018 , perak AVC  women beach tour Vietnam 2017, medali emas Sirkuit Nasional Padang 2019, emas pra-PON voli pantai 2019, perak POMNAS voli pantai 2019 dan medali perak  di SEA  Games Philippina  2019.

Sukses menorehkan prestasi di event nasional dan event internasional, Desi saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2021. Rencannya di ajang multi event olahraga nasional nanti Desi akan kembali berpasangan dengan rekan sesama atlet PON NTB, Alyssa Mutakharah dengan membawa misi meraih target medali emas. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here