Desember, Pengaspalan JKK Mandalika Dimulai

Land clearing lahan sirkuit MotoGP Mandalika tahap dua, Senin (16/11) kemarin. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB)Indonesia Toursim Development Corporation (ITDC) menggelar land clearing atau perataan lahan tahap kedua di area lokasi pembangunan Jalan Khusus Kawasan (JKK) Mandalika sebagai lokasi gelaran balap MotoGP, Senin, 16 November 2020. Berbeda dengan perataan tahap pertama bulan September lalu, kali ini kegiatan perataan lahan berlangsung aman dan lancar.

Tidak ada aksi penghadangan atau perlawanan yang dilakukan warga seperti pada kegiatan sebelumnya.

Iklan

Pun demikian, untuk memastikan semua kegiatan berlangsung aman, Polres Loteng tetap menerjunkan sekitar 900 personel pengamanan gabungan dari TNI dan Polri. Personel ini juga akan mengawal proses land clearing hingga seminggu ke depan. ‘’Alhamdulillah land clearing hari ini berjalan aman dan kondusif. Para pihak pengklaim sudah mengikhlaskan dan mendukung untuk dilakukan land clearing,’’ ujar Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, M.Si., Senin sore kemarin.

Total luas lahan yang di-land clearing tahap kedua ini sekitar 3,5 hektar. Terletak di empat titik yang berada di HPL 88 kawasan The Mandalika. Masing-masing lahan yang diklaim oleh H. Jinalim, Gemalazuardi, Arifin Tomi serta Amaq Mangin.

Diakuinya, sebelum proses land clearing tahap kedua digelar pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan berbagai upaya pendekatan secara persuasif. Memberikan pemahaman kepada warga secara masif terkait kegiatan land clearing. Termasuk persoalan status lahan dan persolan yang ada di dalamnya. ‘’Upaya persuasif kita sudah sangat masif dilakukan,’’ tegasnya seraya berharap kondisi serupa bisa terus terjaga.

Kepala Divisi Kontruksi KEK Mandalika, Aris Joko Santoso mengaku, persoalan klaim lahan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika. Pihaknya belum bisa menuntaskan pengerjaan tanah untuk jalur sirkuit karena masih ada persoalan klaim lahan.  Namun dengan proses land clearing pihaknya optimis pembangunan sirkuit MotoGP bisa tuntas sesuai target yang ada.

Saat ini, untuk pengerjaan tanah atau ground work sudah mencapai 97 persen. Untuk land clearing, galian hingga urukan tanah. Sedangkan untuk pengerjaan LPA sudah hampir 30 persen. Dimana untuk pengerjaan aspal direncanakan dimulai bulan Desember mendatang. ‘’Pengaspalan kita rencanakan mulai bulan Desember mendatang dengan target tuntas di bulan Februari tahun depan,’’ jelasnya.

Sementara untuk kesiapan track balapan serta utility lainnya direncanakan tuntas bulan Juni 2021. Jadi kalau melihat schedule yang ada pihaknya sangat optimis balapan bisa digelar sesuai rencanakan yang sudah disiapkan. ‘’Nanti sebelum balapan digelar, akan ada homologasi untuk memastikan semua fasilitas pendukung di sirkuit MotoGP sudah berfungsi sebagaimana mestinya,’’ imbuh Joko. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional