Desa Wisata Kuranji Dalang Dirancang Jadi Sentra Produk Olahan Perikanan

Dekan dan dosen serta mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram langsung turun memberi edukasi dan pelatihan kepada warga untuk mengolah ikan. (Suara NTB/her)

Giri Menang (suara NTB) – Desa wisata Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi Lombok Barat dirancang menjadi pusat penghasil produk olahan perikanan. Untuk mempersiapkan itu, pihak Desa sudah lama membuat kelompok nelayan penghasil produk olahan. Bahkan produk olahan mereka sudah diserap dalam program JPS Gemilang. Di samping itu, Desa ini juga mendapatkan dukungan dari Perguruan Tinggi.

Salah satunya, Universitas 45 Mataram melakukan kegiatan kuliah kerja nyata di desa setempat. Para dosen dan mahasiswa turun langsung melatih warga setempat untuk membuat varian produk olahan berbahan baku hasil perikanan. Kades Kuranji Dalang, Sukadin mengatakan pihaknya sangat menyambut baik insiasi perguruan tinggi Universitas 45 untuk memberikan edukasi, pelatihan kepada warganya.”Kami siapkan apa yang dibutuhkan,”jelas dia Sabtu, 29 Agustus 2020 saat menyambut KKN Fakultas Perikanan Unversitas 45 Mataram. Termasuk upaya mewujudkan desa ini sebagai sentra produk olahan, kata dia sudah ada cikal bakal kelompok nelayan pengolah ikan. Diakui, sudah ada kelompok produksi olahan ikan seperti bakso ikan, abon dan naget ikan. Ada lagi dari mahasiswa untuk mengolah ikan menjadi empek-empek dan somay.

Iklan

Untuk sarana dan prasana pendukung, beberapa kelompok sudah memadai. Salah satu dari instansi juga membantu kelompok pengolah. Namun peralatan yang dimiliki kurang canggih sehingga hasil tangkapan ikan belum bisa maksimal diolah. Ia menambahkan, produk olahan abon ikan sudah diserap program JPS sebanyak dua ton. Ke depan, olahan ini akan ditampung oleh BUMDes yang akan memasarkan.

Dekan Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram, L. Achmad Tan Tilar mengatakan, pihaknya memilih Desa Kuranji Dalang karena memang memiliki potensi perikanan yang besar untuk dikembangkan. Pihaknya sendiri sudah membuat berbagai produk hasil perikanan. Hasil produk ini merupakan yang pertama sejak Fakultas Perikanan didirikan tahun 1983. “Alhamdulillah, warga Kuranji Dalang ini menyambut dengan baik, apa yang kami rencanakan. Semoga kerjasama kita berlangsung awet karena potensi di desa ini sangat banyak, mulai dari SDM dan SDA,”jelas dia.

Selain daerah ini memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata pantai, juga bersih, tidak seperti di daerah lain yang kurang bersih. Pihaknya setuju jika desa membuat semacam aturan bagi pengunjung tidak membawa makanan berbungkus plastik. Dan mengangkat potensi SDM di desa ini, “Dan kami coba membantu, nanti teman-teman mahasiswa mengangkat Desa Kuranji Dalang ini sebagai sentra produk jajajan (hasil perikanan) di Lombok. Tean-teman dosen kami arahkan untuk membantu, nanti bisa kerja sama juga dengan kami dan Dinas Perikanan,”tegas dia.

Pihaknya berencana membuat MoU dengan desa. Dengan memafaatkan dua jurusan di Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram. Semua potensi di desa ini akan diangkat melalui kegiatan praktek kerja lapangan, baik itu bagaimana menangkap ikan dan mengolahnya. Dosen Pendamping, Mita Ayu Lilianti mengatakan pihaknya memilih Desa Kuranji Dalang sebagai lokasi KKN tematik bertemakan “Adaptasi di Masa Pandemi” karena desa ini diketahui pusat pengolahan. Di desa ini, ada produk belum tersentuh dari hasil ikan cakalan yang nantinya dibuat menjadi empek-empek. “Mahasiswa kami memberikan pelatihan tentang itu, sekaligus kami demo masak untuk penyuluhan bagaimana cara mengolah ikan cakalan menjadi empek-empek”jelas dia.

Para mahasiswa akan membantu warga dengan mengimpelementasikan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah, seperti pengolahan. “Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, bagaimana hasil perikanan ini lebih bernilai dengan cara pengolahan,”jelas dia. Ke depan, pihaknya menginisiasi usaha perikanan berbagai olahan di desa setempat. “Ke depan, kami akan lanjutkan MoU dengan desa, mungkin kami kerja sama, di desa bisa siapkan bahan baku atau ke depan saling belajar untuk olahannya, kerja sama bidang pemasaran, karena potensi di desa ini memang ada,”jelas dia. Sebagai upaya membantu penanganan corona, pihaknya juga membantu desa membagikan masker kepada warga dan pengunjung. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional