Desa Sukadana Dicanangkan Sebagai Desa Bebas KDRT

Bupati KLU H. Najmul Akhyar dan jajaran bersama Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Nahar usai pencanangan desa bebas KDRT di Desa Sukadana Kecamatan Bayan. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, dicanangkan sebagai salah satu desa bebas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan penguatan Perempuan Tangguh Bencana (PTB). Pencanangan itu berlangsung, Jumat, 21 Februari 2020, yang dihadiri Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak (TKA), Nahar, SH, dan Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., beserta OPD.

Mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, SE. M.Si., Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak (TKA), Nahar, SH., menyampaikan, bahwa Kementerian PPPA fokus pada program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Pemberdayaan perempuan dimaksud terkait juga dengan perlindungan hak perempuan yang diimplementasikan dalam berbagai macam kegiatan.

Iklan

Ia menjelaskan, Desa Bebas KDRT merupakan salah satu indikator perwujudan membangun Desa Layak Anak tahun 2030. Melalui desa layak anak maka perlindungan dan hak anak di desa itu harus lebih baik dibanding desa lainnya.

Selain harapan itu, Desa Sukadana dapat berperan meningkatkan fungsi keluarga dalam perlindungan anak dan perempuan. Desa ini, harus menjadi contoh bagi desa lain dalam mencegah eksploitasi anak, perdagangan orang dan tindakan kekerasan yang terjadi di internal rumah tangga.

Sementara, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar mengutarakan pihaknya berupaya maksimal untuk mewujudkan hak anak, perempuan dalam program pelayanan. Upaya tersebut tercermin pada program Pra-Musrenbang. Di mana aspirasi anak, perempuan, pelajar mahasiswa dan disabilitas, diserap melalui satu Musrenbang khusus.

Ia mengklaim, musrenbang anak, perempuan, pelajar, mahasiswa, lansia dan disabilitas ternyata memiliki nilai positif tersendiri. KLU tidak hanya bertindak sebagai kabupaten pertama yang menyelenggarakan musrenbang itu, tetapi juga tersalurnya program khusus bagi kelompok-kelompok dimaksud. (ari)