Desa Sukadana Berpotensi jadi Desa Wisata Madu Trigona dan Buah Anggur

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi meninjau lahan anggur yang terintegrasi dengan budidaya madu trigona di Desa Sukadana, Kamis, 30 September 2021. (Suara NTB/bul)

Tanjung (Suara NTB)-Desa Sukadana, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara sedang bersiap menjadi desa wisata madu trigona, dan buah anggur. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB bahkan siap menjadikan desa ini sebagai kampung horti (hortikultura).


Di Desa Sukadana, masyarakatnya secara berkelompok, dan perorangan cukup giat mengembangkan budidaya madu trigona. Madu yang dihasilkan oleh lebah kecil, ramping dan hitam yang disebut lebah Trigona Spp. Madu yang dihasilkan berwarna kecokelatan, bahkan hitam. Rasanya kecut, namun khasiatnya jauh lebih ampuh dibandingkan jenis madu biasa.

Iklan

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi melakukan kunjungan ke kelompok budidaya madu trigona ini, Kamis, 30 September 2021. Ia tertarik dengan konsep yang dikembangkan kelompok masyarakat setempat memadukan budidaya trigona, dengan menanam anggur sebagai salah satu alternatif penyediaan pakan lebah trigona yaitu bunga anggur

Sekretaris Desa Sukadana, Karman menyebut, di desa ini budidaya madu trigona sudah digeluti oleh masyarakat sejak tahun 2015 lalu. Koloni lebah trigona ini ada karena potensi desa sebagai daerah dengan tanaman perkebunan yang bunganya jadi pakan lebah. Tanaman perkebunan tersebut misalnya, kelapa, jambu mete, mangga, kelengkeng, dan cokelat.

“Tanaman perkebunan yang ada di sekitar ini bunganya dijadikan pakan oleh lebah trigona di saat tidak musim hujan. Sementara saat musim hujan, kita bisa menanam bunga matahari untuk sumber pakan lebah ini,” terang Karman.

Ada 300 kepala keluarga yang sebenarnya aktif melakukan budidaya madu trigona di Desa Sukadana. Terbagi menjadi 8 kelompok. Satu kelompok anggotanya 10 orang, sampai 20 orang. Stup madu (rumah buatan) untuk lebah trigona di desa ini jumlahnya paling sedikit 7.200 stup.
Sekali panen, tiga bulan sekali bisa menghasilkan lebih dari seribu liter madu trigona. Oleh masyarakat setempat, madu-madu yang sudah dipanen, dijualnya kepada pengepul yang juga berdatangan langsung. Ada juga yang dikirim sampai ke Bali, tergantung pesanan.

Budidaya madu trigona ini oleh masyarakat adalah salah satu dari manfaat potensi pohon-pohon buah yang ada di sekitar. Selain masyarakat dapat memanen buah-buahan saat berbuah, di sisi lain, masyarakat juga mendapat manfaat panen madu. Belum lagi jika dikemas menjadi desa wisata akan banyak ekonomi ikutannya.

“Dari situlah masyarakat disini tertolong ekonominya. Karena separuh dari jumlah penduduk desa ini kategorinya miskin. Dimanmfaatkan tanaman perkebunannya dan budidaya madu trigona sebagai salah satu cara membangun perekonomian,” ujarnya.

Potensi budidaya madu trigona ini, belakangan ingin dikembangkan lagi lebih besar. Salah satu alternatif penyediaan pakannya adalah pohon buah anggur. Saat ini, Saptahandi, Ketua Kelompok Usaha Lintang Utara mengatakan, penyediaan pakan lebah trigona dengan menaman anggur ini akan memberikan manfaat yang lebih besar. Selain tersedia pasokan pakan, produkdi madu trigona bisa ditingkatkan, masyarakat juga dapat memanen buah anggur.

“Tidak itu saja, kita sudah merancang akan ada wisata buah anggur di desa ini. lahan sedang kita persiapkan untuk menanam anggurnya, bersamaan dengan kawasan budidaya madunya nanti, terintegrasi,” imbuhnya.
Ia berharap, kedepan konsep mengembangkan lahan anggur, perluasan tanam pohon buah, serta budidaya madu trigona akan berjalan beriringan. Desa Sukadana diyakini akan menjelma menjadi desa dengan ekonomi produktif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi yang sangat tertarik dengan konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat ini menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan dukungan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang kreatif.
“Untuk Desa Sukadana ini, jika tertarik mengembangkan anggur dan madu trigona secara terintegrasi, kita bisa siapkan bibit anggurnya.

Bisa juga disiapkan pendampingan. Saya tertarik karena konsep pemerdayaan di desa ini cukup unik. Ada madunya, ada angguranya, ada pohon buahnya, juga akan ada wisata madu trigona dan buah anggur. Ini menarik,” demikian Riadi.(bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional