Desa Lasi dan Anamina Dikukuhkan sebagai Kampung KB

Dompu (Suara NTB) – Desa Lasi Kecamatan Kilo dan Desa Anamina Kecamatan Manggalewa resmi dikukuhkan sebagai kampung KB, menyusul dua desa sebelumnya, yakni Desa Mbawi dan Nangamiro. Pengukuhan Kampung KB di Desa Anamina dihadiri langsung oleh Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin. Pengukuhan di salah satu desa pelopor P4 itu dilakukan semata-mata untuk mengontrol pertumbuhan penduduk. Karena bagaimana pun, jika pertumbuhan penduduk tidak terkendali maka mengancam lahirnya masalah nasional di republik ini.

Iklan
Kepala Perwakilan BKKBN NTB, H. Makripuddin menyerahkan cinderamata kepada Asisten Pemerintah dan Aparatur Drs. H. Sudirman Hamid, MSi..

“Meskipun jumlah penduduk adalah salah satu modal dasar bagi pembangunan nasioanal, tetapi kalau tidak dikendalikan maka dia akan menjadi masalah, bukan lagi menjadi modal tetapi menjadi penyebab masalah yang pada akhirnya menimbulkan masalah,” jelas Bupati Dompu Drs. H. Bambang M Yasin yang diwakili Asisten Pemerintah dan Aparatur Setda Dompu, Drs. H. Sudirman Hamid, M. Si.
Dengan diresmikannya Desa Lasi sebagai Kampung KB, lanjut dia, pemerintah daerah, aparatur desa dan kecamatan harus segera memikirkan dan memetakan rencana aksi dalam rangka mendukung dan menindaklanjuti program ini. Apa artinya program tersebut dicanangkan tanpa disertai aksi lebih lanjut.

Kabid. ADPIN BKKBN Provinsi NTB, Drs. Syamsul Anam, MPH. (kanan) menyerahkan cinderamata kepada Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin.

Desa Lasi jelas Sudirman Hamid, pada masa awalnya sudah ditetapkan lebih dahulu sebagai desa pelopor P4, kemudian sekitar tahun 1982 camatnya diundang ke istana negara karena prestasi yang diraih desa ini. “Begitu banyak prestasi yang dicapai oleh pemerintah Desa Lasi ini. Tinggal sekarang generasi berikut apakah bisa melakukan seperti itu atau tidak. Mudah-mudahan dengan pencanangan kampung KB, kemudian akan melahirkan generasi yang berkualitas maka tentu semuanya akan bisa terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. L. Makripuddin, M.Si., dalam sambutannya mengaku kagum atas keindahan panorama alam yang disuguhkan desa ini. Sejak awal masuk desa, rombongan sudah disampa pantai yang airnya sangat jernih. Hal ini menujukan masyarakat Desa Lasi cukup baik dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kabid. ADPIN BKKBN Provinsi NTB, Drs. Syamsul Anam, MPH. foto bersama Wakil Ketua DPRD Dompu, Camat Manggalewa dan unsur Muspika Kec. Manggalewa, Dompu seusai pencanangan Kampung KB

Seringkali diungkapkan banyak pihak kata dia, inti permasalahan baik itu menyakut lingkungan dan sebagainya adalah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. “Namun kami melihat dalam perjalanan termasuk ibu-ibu yang hadir ini tampak cantik-cantik. Kenapa cantik? kami berkeyakinan bahwa tidak ada ibu-ibu ini yang anaknya lebih dari lima, pastinya dua sampai tiga orang,” katanya seraya menanyakan tamu undangan yang hadir.

Pencanangan Kampung KB di Dompu lanjut dia, akan terus menjadi sorotan pemerintah pusat secara terus menerus, sebab ini merupakan hasil kesepakatan stakeholder terkait di tingkat nasional saat hadir pada event Festival Pesona Tambora (FPT) beberapa waktu lalu. Salah satu keputusannya yakni membentuk Kampung KB di beberapa tempat di Dompu. “Kalau sudah dicanangkan seperti ini maka kita harus mulai bergerak menyusun apa permasalah yang kita hadapi, permasalah mana yang akan kita prioritaskan untuk kita atasi,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, HL. Makripuddin saat meninjau pelayanan kontraseps

Beberapa hal yang harus segera dilakukan tersebut tambah Makripuddin, guna mengejar ketertinggalan yang ditemukan. Untuk itu ia meminta masayarakat bersatu padu dan kompak dalam mensukseskan Kampung KB ini. Terlebih pihaknya tak ragu mencanangnya di Desa Lasi. Sebab, desa ini sudah pernah meraih juara pertama lomba desa tingkat provinsi dan juara tiga tingkat nasional. “Dengan prestasi ini saya kira Desa Lasi akan dapat mensukseskan Kampung KB yang dicanangkan hari ini,” ujarnya.

“Walaupun namanya Kampung KB, tetapi tidak semata-mata BKKBN yang akan bergerak di sini, tidak hanya dinas pengedalian penduduk tapi keluarga berencana. Artinya, di manapun Kampung KB dicanangkan, perencanaan harus dilakukan dengan baik untuk memecahkan permasalahan,” imbuhnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Dompu, Hj. Erry Atyani HBY, saat meninjau pelayanan KB MKJP didampingi oleh Kabid. ADPIN BKKBN Provinsi NTB, Drs. Syamsul Anam, MPH.

Plt. Kepala BKKBN Dompu, Gatot Gunawan, SKM., MMkes., menambahkan Desa Lasi merupakan desa keempat dari delapan kecamatan yang dicanangkan sebagai Kampung KB. Hanya saja pencanangan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal untuk bekerja keras meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Lasi.

Program KB sebut dia, salah satu program prioritas nasional sebagai percontohan bagi dusun atau desa dalam mengembangkan program KKBPK. Tujuannya yakni mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas, bahagia dan sejahtera. Tentunya lanjut dia, untuk bisa mensukseskan program tersebut seluruh keluarga harus bisa memahami dan ikut menjadi peserta KB.

Dalam pengembangan Kampung KB ini pihaknya akan banyak melibatkan masyarakat. Termasuk meminta dukungan lintas sektor. Sementara isi programnya antara lain sosialisasi dan pendidikan tentang kesehatan reproduksi. “Soasialisasi bagaimana perencanaan usia perkawinan, yang mana perempuan idealnya usia minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Kemudian mengatur jarak kelahiran yang minimal 3-5 tahun, terlebih sosialisasi tentang pembentukan kelompok kegiatan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan komitmen pencanangan Kampung KB ini, rencananya akan dibentuk kelompok kerja yang nanti di-SK-kan Bupati Dompu. Diperkirakan berbagai langkah itu akan ditentukan dalam pertemuan berikutnya.

Kepala Desa Lasi, Sahrudin Jafar dalam paparannya soal profil desa menjelaskan, sebagai salah satu desa di Kecamatan Kilo, desa ini memiliki 8 dusun, yakni Dusun Selayang, Nanga Toi Satu, Nanga Toi Dua, Nanga Sori Satu, Nanga Sori Dua, Liko, Mekar Baru dan Dusun Nanga Lasi. Dari delapan dusun tersebut jumlah kepala keluarganya sebanyak 656 KK dengan jumlah penduduk 2.461 jiwa. Terdiri dari laki-laki 1.248 jiwa dan perempuan 1.232 jiwa.

Dan untuk luasan wilayahnya sebesar 20,45 Km dengan batas utara Desa Kiwu, Selatan Desa Malaju, barat laut Kore dan timur berbatasan dengan hutan dan tanah negara. “Sedangkan untuk pendidikan, tingkat partisipasinya cukup rendah. Hal ini terlihat dari total jumlah penduduk yang berpendidikan formal dan lainnya hanya 49,5 persen,” sebutnya.

kaitannya dengan program KB lanjut Sahrudin Jafar, dari jumlah tersebut paling tinggi peserta KB memilih alat kontrasepsi suntik dengan persentase 62,45 persen. Terlebih partisipasi suami dalam ber-KB pun masih sangat rendah. “Saat ini tidak ada pria atau suami yang berpartisipasi dalam ber-KB,” pungkasnya. (jun/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here