Desa Kuripan Perketat PPKM Skala Mikro

Pemerintah Desa Kuripan bersama TNI Polri melakukan operasi PPKM di wilayah setempat, Rabu, 31 Maret 2021

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat bersama unsur TNI dan Polri tetap konsisten dan berkomitmen memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk Provinsi NTB. Bentuk komitmen yang dilakukan oleh pemerintah Desa Kuripan yaitu tetap melakukan sosialisasi, imbauan, dan melakukan razia penegakan protokol kesehatan bagi masyarakat.

“Berkat dari kesungguhan melakukan kegiatan PPKM, Desa Kuripan yang beberapa bulan lalu hampir masuk zona merah Covid-19, kini sudah berangsur-angsur membaik dan sudah menjadi zona hijau,” terang Kepala Desa Kuripan, Hasbi saat turun bersama tim PPKM jajaran Polsek Kuripan dan TNI melakukan patroli di pasar tradisional Kuripan, Rabu, 31 Maret 2021.

Iklan

Hasil patroli itu, sebagian besar atau sekitar 90 persen masyarakat sudah taat protokol kesehatan dengan menggunakan masker. Kalau pun ada yang ditemukan tidak menggunakan masker, mereka warga luar Desa Kuripan yang kebetulan datang berdagang atau berbelanja ke pasar Kuripan.

Kegiatan razia secara rutin dilakukan setiap hari Rabu, karena hari Rabu merupakan hari pasar umum Desa Kuripan. Pada hari Rabu banyak pedagang dari luar Desa Kuripan yang masuk, termasuk banyak para pembeli yang datang dari luar, seperti wilayah Lombok Tengah yang dekat dengan Kuripan.

Pada saat patroli, jika ada warga yang ditemukan tidak menggunakan masker, pasti akan diberikan tindakan, baik teguran maupun hukuman. Mereka akan diberikan hukuman berupa membaca pancasila atau kalau tidak tahu, diminta push up di depan posko bersama PPKM. “Kita hanya siapkan dua hukuman, baca pancasila dan push up,” tegasnya.

Pemerintah desa tidak lelah untuk terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap memakai masker, karena dengan menggunakan masker, bisa mencegah warga masyarakat terpapar virus korona.

Ia menuturkan, pada awal tahun 2021 lalu, Desa Kuripan sempat akan masuk zona merah, karena ada beberapa masyarakat terjangkit korona. Sejumlah warga yang ada di beberapa dusun positif korona, tetapi mereka semua sudah mendapatkan penanganan dan mereka sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi mandiri. Mereka yang positif itu kebanyakan bekerja di luar Lombok Barat, seperti di KLU, dan masih berusia muda. “Alhamdulillah mereka semua sudah sembuh, dan sekarang sudah zona hijau,” jelasnya.

Razia tidak hanya menyasar masyarakat Desa Kuripan saja, tetapi razia juga diberlakukan bagi semua warga masyarakat yang masuk ke Desa Kuripan. Kalau mereka masuk ke Kuripan tidak menggunakan masker, mereka akan diberikan hukuman. “Namun, sebelum diberikan hukuman, mereka diberikan masker terlebih dahulu,” jelas Hasbi.

Sebelum memasuki bulan puasa, pihaknya akan semakin rajin untuk turun mengingatkan masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan. Nantinya sebelum puasa pihaknya akan mengaktifkan turun patroli setiap hari Rabu secara bersamaan dalam skala lebih besar bersama Polsek dan unsur TNI dan perangkat desa. “Bulan puasa, tentunya tetap kita aktifkan untuk memberikan imbauan agar kepatuhan masyarakat tetap terjaga menggunakan masker dan protokol kesehatan,” ajaknya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional