Desa Jeruk Manis Anggarkan 50 Persen Dana Desa untuk Pariwisata

Pintu Masuk Desa Jeruk Manis mulai dipercantik oleh pihak desa. Pemerintah desa mengalokasikan Rp500 juta dalam menata objek wisata desa tahun 2019. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Desa Jeruk Manis Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) adalah salah satu desa yang layak disebut desa wisata. Wilayah desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ini memiliki banyak objek wisata yang tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan.

Melihat tren kunjungan wisatawan tersebut Kepala Desa Jeruk Manis, A. Muis berani mengalokasikan anggaran desa yang cukup besar untuk pembangunan pariwisata. Tahun 2018 disebut sudah dihabiskan Rp300 juta untuk penataan sejumlah objek wisata. Tahun 2019, langkah berani diambil Kades Jeruk Manis yang juga mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Lotim ini dengan mengalokasikan hampir 50 persen dana desanya untuk pariwisata.  “Kita akan anggarkan Rp 500 juta tahun 2019 mendatang,” ungkap Muis pada Suara NTB, Sabtu, 29 Desember 2018.

Iklan

Dia menerangkan, dari dana Rp 500 juta siap akan dipoles desanya menjadi destinasi wisata menarik. Fasilitas-fasilitas penunjang di objek wisata yang sudah ada dipercantik sehingga makin banyak kunjungan wisatawan ke Jeruk Manis.

Jeruk Manis diketahui terdapat Air Terjun Jeruk Manis. Air terjun yang berada di kawasan TNGR ini awalnya memang dikelola oleh desa. Akan tetapi karena aturan pusat, sehingga tiket masuk TNGR ini masuk menjadi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selain Terjun Jeruk Manis, ada Air Terjun Tibu Bunter, Air Terjun Durian Indah dan Sarang Walet yang juga berada di wilayah Desa Jeruk Manis. Memasuki Jeruk Manis memang akan membuat mata para pengunjungnya akan terkagum-kagum. Tanaman bunga yang ditanam di sepanjang jalan desa ini menambah daya tarik para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan dengan udara yang sejuk. Ditambah lagi dengan hamparan sawah teras sering akan membuat pengunjung betah selama berada di Jeruk Manis.

Dari dana Rp 500 juta direncanakan antara lain untuk membangun tempat penginapan dengan konsep eco tourism. Konsep rumah adat lumbung yang dilengkapi fasilitas yang memadai. Disebut lumbung, karena aman juga dari gempa. Lainnya akan dibangun kolam renang dengan pemandangan alam di sekitar yang menawan dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.

Sementara di Air Terjun Durian Indah, tambahnya, desa sudah berinvestasi. Sayangnya di sebelahnya dikelola perorangan. Keinginan besar Kades Muis, kawasan-kawasan seperti di Durian Indah ini bisa dikelola oleh Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis), sehingga lebih banyak masyarakat menerima manfaat.

Diakuinya, Jeruk Manis diakui tidak bisa berdiri sendiri. Ada desa-desa tetangganya, Kembang Kuning dan Tetebatu yang juga tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Hal itu terbukti dari munculnya sejumlah homestay dan hotel di kawasan tersebut. Harapan besarnya, ada terjalin kerjasama yang saling menguntungkan antar desa sehingga bisa membangun pariwisata yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim, H. Moh. Juhad yang dikonfirmasi mendukung rencana besar Kepala Desa Jeruk Manis. Dari pemerintah daerah sendiri merencanakan akan membangun fasilitas penunjang di sejumlah objek wisata alam yang ada di Jeruk Manis, di antaranya membangun kereta gantung.

Menurutnya, ada investor dari Jakarta yang sudah menyampaikan minatnya membangun spot-spot wisata di Jeruk Manis, termasuk membangun kereta gantung. Dalam hal ini, ujarnya, Dispar Lotim saat ini sedang melakukan kajian untuk nantinya diberikan dalam bentuk rekomendasi kepada investor yang akan berinvestasi di Jeruk Manis. (rus)