Desa di Lingkar Pelabuhan Gili Mas Diminta Berbenah

Baharudin (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Desa di lingkar pelabuhan kapal pesiar Gili Mas kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar), diminta berbenah mempersiapkan fasilitas bagi para tamu kapal pesiar dan MotoGP. Karena nantinya banyak tamu motoGP yang akan menginap di kapal pesiar yang dijadikan hotel terapung. Para tamu ini butuh tempat makan, nongkrong dan berwisata selama berada di sana.

GM Pelindo, Baharudin, mengatakan pihaknya bermimpi Gili Mas itu menjadi pelabuhan internasional di Lombok. Untuk mewujudkan itu tentu perlu dukungan semua pihak. Terkait itu, pihaknya sudah menyampaikan kepada para Kades agar Penataan di lingkar kawasan pelabuhan dipercantik. Karena pada sore hari kawasan ini penuh, terutama rest area. Hanya saja menu yang tersedia terbatas. Misalnya ikan bakar. Di sana terdapat lapak yang perlu dibuatkan bilik-bilik agar pengunjung nyaman.

Iklan

Untuk sopir kendaraan pun sudah disiapkan tempat mandi agar tertib. Dari situ desa melalui Bumdes atau pihak Dusun bisa mendapatkan pendapatan dari penyewaan tempat mandi tersebut. Karena kalau sopir tidak bisa diizinkan mandi di pelabuhan, karena fasilitas di pelabuhan itu khusus bagi tamu kapal pesiar. Di areal ini, pihaknya juga menyiapkan toilet. Pihaknya menunjuk Kadus untuk mengelola tempat mandi itu. “Awalnya sopir keberatan, tapi sudah dipahami sekadar bayar Rp5 ribu sekali mandi,” imbuh dia.

Selain itu pihaknya meminta terminal lama di Segenter diaktifkan menjadi tempat parkir kedaraan truk di pelabuhan sehingga pemda mendapatkan pendapatan dari sana. Usulan ini pun direspon dan Pemda, di mana Pemda akan mendapatkan anggaran untuk parkir tersebut. Tidak saja parkir, desa juga didorong berperan menyiapkan dan menata berbagai fasilitas seperti tempat pijat, tempat makan dan cuci kendaraan.

Pihaknya berkomitmen menghidupkan kawasan ini dengan mengarahkan tamu kapal pesiar ke sana. “Begitu ada tamu kapal pesiar, tinggal diangkut ke sana,” ujar dia. Kawasan Segenter dan Serumbung sekitarnya juga ditata sebagai tempat penginapan agar sopir yang parkir berhari-hari di Areal itu bisa menginap di sana. “Di sini masuk desa untuk mempersiapkan sejak saat ini,” ujar dia.

Bicara kontribusi lain Pihak Pelindo dalam kesiapan menghadapi motoGP, pihaknya menyiapkan sarana prasarana sampah berupa amrol masing-masing untuk desa Labuan Tereng dan Lembar Selatan. Pihaknya meminta agar fasilitas ini dimanfaatkan. Di sini ada peran Kades untuk pengelolaannya, kalau amrol sampah penuh bisa dikontrol oleh desa berkoordinasi dengan OPD terkait untuk pengangkutan. “Nanti tahun 2021 kami akan adakan kendaraan sampah,” ujar dia.

Baharudin menerangkan, pihaknya juga sudah mendorong agar pengelolaan sampah ini bisa dibentuk pengurus oleh desa, ketika sudah bagus mengelola sampah bisa diusulkan Pelindo untuk kendaraan sampah tersebut. Sehingga nantinya desa melalui Bumdes mandiri mengelola sampah, lengkap dengan Sarana angkutan dan TPS atau TPA. Kalau semua berjalan, maka pihaknya bisa memfasilitasi mengundang semua perusahaan atau operator kapal Fery dan Pelindo agar sampahnya dikelola oleh desa. “Nanti itu (sampah) dikelola dan dibuang oleh Bumdes (desa). Tinggal setiap bulan tagih para operator kapal. Itu berapa duit pemasukan yang diperoleh. Nanti desa bisa join, jangan ada ego,” imbuh dia.

Lebih jauh dijelaskan berbagai persiapan ini penting dilakukan oleh desa mengingat perhelatan MotoGP 2021. Di mana tamu motoGP ini akan menginap di kapal pesiar sebagai hotel terapung. Penyiapan pelabuhan sendiri sudah siap melayani. Tahap I terminal penumpang sudah beroperasi. Di mana tersedia parkir dan lain-lain. Rencananya tahun depan dibangun fasilitas Gate dan parkir truk kapal Roro. Untuk tahun ini jelas dia, pihaknya tengah melobi agar kapal pesiar Oasis berukuran paling besarnya bisa singgah di Gili Mas. (her)