Dermaga Rakyat Poto Tano Dinyatakan Rampung

Proyek pembangunan dermaga rakyat di desa Poto Tano, kecamatan Poto Tano. Dishub KSB menyatakan pembangunan dermaga rakyat ini telah rampung.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Proyek pembangunan dermaga rakyat di desa Poto Tano, kecamatan Poto Tano akhirnya dinyatakan rampung. Sebelumnya dermaga yang dibiayai pemerintah pusat ini diberi tambahan waktu selama 50 hari di luar waktu kontrak pengerjaannya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd menjelaskan, kontraktor pelaksana pembangunan dermaga rakyat Poto Tano telah menyelesaikan seluruh kewajibannya yang tertuang dalam kontrak kerja pada masa 50 hari tambahan waktu yang diberikan. “Sudah selesai 100 persen pekerjaan mereka (kontraktor),” terangnya kepada Suara NTB, Senin, 24 Februari 2020.

Iklan

Menurutnya, penyelesaian dermaga tersebut terhitung cepat. Dari 50 hari tambahan waktu yang diberikan di bawah mekanisme denda, pelaksana bisa merampungkan kekurangan volume pekerjaannya dalam waktu sekitar 40 hari.

“Sebenarnya, akhir tambahan waktu yang kita berikan sampai 25 Februari. Tapi sekitar 10 hari lalu sudah diselesaikan semuanya,” timpalnya.

Dengan selesainya seluruh item pada dermaga tersebut, dikatakan H. Hamid, secara teknis dermaga itu sudah dapat digunakan. Namun diungkapkannya, ke depan kemungkinan masih akan ada beberapa fasilitas yang dibutuhkan. Mengingat baru-baru ini salah satu perusahaan kapal cepat sudah ada yang berminat memanfaatkan dermaga sebagai pelabuhan sandar.

“Mereka (perusahaan kapal cepat) sudah ada komunikasi ke kami. Katanya mereka minat pakai dermaga itu. Nanti mereka akan membuka layanan penyeberangan dari Tano ke Lombok,” ungkap H. Hamid.

Jika benar kerja sama dengan pihak perusahaan kapal cepat itu. Beberapa fasilitas tambahan yang  dibutuhkan dermaga rakyat Poto Tano disebutkan H. Hamid masih cukup banyak. Diantaranya terminal penumpang, kanopi jembatan dan beberapa fasilitas lainnya.

“Makanya saya bilang tadi. Kalau masih butuh anggaran, kemungkinan masih. Seandainya jadi kapal cepat masuk ke sana,” sambung mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinskertrans) KSB ini.

Terakhir, H. Hamid menyampaikan, dermaga rakyat Poto Tano dibangun pemerintah pusat salah satunya untuk mendukung penataan desa Poto Tano sebagai percontohan pemukiman terpadu.

Karenanya, ia berharap agar masyarakat turut menjaga seluruh fasilitas yang telah ditempatkan di dermaga tersebut. “Harapan kami  masyarakat memelihara dan memanfaatkannya dengan baik,” imbuhnya. (bug)