Derita Tumor, Empati untuk Azoya Mulai Mengalir

Tanjung (Suara NTB) – Keluarga pasien tumor Silvia Azoya (2,7) asal Dusun Kerurak, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, mulai menerima empati dari masyarakat Lombok Utara. Pascadiberitakan koran ini, keluarga pasien mulai menerima kunjungan dari beberapa pegiat kemasyarakatan, mahasiswa, termasuk Polres Lombok Utara.

Sabtu, 23 Juni 2018  sore, kediaman Sarbin – orang tua Azoya, mendapat kunjungan dari Tim Yayasan Endri’s Foundation, perwakilan RSUD Tanjung dan Forum Mahasiswa Lombok Utara (FMLU). Masing-masing memberi bantuan antara lain, Rp1 juta dari pihak RSUD, Rp930 ribu yang dihimpun melalui penggalangan dana sukarela oleh  FMLU. Sementara Endri’s Foundation, memastikan akan mengakomodir transportasi PP pasien dan keluarga dari Lombok ke Bali.

Iklan

Kunjungan kepada pasien juga terlihat pada Sabtu malam. Azoya dan keluarga dikunjungi perwakilan Polres Lombok Utara yang turut menyertakan bantuan berupa sejumlah dana. Bersama Polres, Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A KLU), Hadari, SP., didampingi Kabid Perlindungan Anak, Nartodi, turut menyempatkan diri menunjukkan empati.

“Kami berterima kasih atas semua bentuk perhatian dan bantuan kepada kami sekeluarga, baik dari koran, mahasiswa, LSM dan semua pihak,” kata Sarbin usai menerima bantuan dari mahasiswa FMLU.

Sekjen FPMLU, Muktamar Hidayat, ditemani 3 orang anggota FMLU, mengatakan bantuan dana yang diserahkan kepada keluarga Azoya merupakan hasil dari penggalangan dana yang dihimpun dari masyarakat. Melalui wadah organisasinya, FMLU menghimpun dana di 2 titik, yakni di Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Tanjung.

“Begitu kami terima informasi pada malam hari, kami di FMLU langsung buat edaran kepada anggota untuk berpartisipasi. Sabtu pagi, kami turun menghimpun dana sukarela yang dipusatkan di 2 titik,” kata Muktamar.

Ia menyebut, jumlah mahasiswa yang turun di Kecamatan Kayangan sekitar 7 orang dengan menyasar Pasar Santong dan tempat-tempat keramaian. Sementara di Tanjung, sekitar 10 orang mahasiswa “bergerilya” menghimpun donasi. Dari kedua titik itu, mahasiswa berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 930 ribu yang semuanya diserahkan langsung kepada keluarga Azoya.  “Langkah ini merupakan bentuk empati kawan-kawan mahasiswa Lombok Utara yang kuliah di Mataram untuk terlibat membantu meringankan beban ekonomi keluarga Azoya,” tutupnya.

Perhatian kepada keluarga Azoya juga diperlihatkan Pemda sosial c.q Dinas Sosial P3A dan Polres KLU. Menurut Kadis Sosial, Hadari, SP., pihaknya turun atas nama Pemda KLU. Kesempatan itu, pihaknya melihat langsung kondisi pasien dan keluarga pasien. Sedangkan bantuan akan diberikan menyusul, dimana Dinsos akan menggandeng Baznas.

“Malam kita sudah ke sana, tinggal besok (hari ini, red) saya serahkan bantuan atas nama Bupati, bekerjasama dengan Baznas. Saya juga minta pak Kabid untuk menyiapkan logistik,” katanya.

Hadari berharap, penanganan operasi pasien Azoya bisa ditangani oleh RSUP NTB dan tidak sampai ke RS Sanglah. Mengingat RSUP masih akan melakukan operasi pengangkatan sebagian tumor pada pasien.

“Ini kan belum ada keputusan dari RSUP untuk dibawa ke Sanglah, karena akan dicek ulang. Paling tidak kepastian ke Sanglah bisa kita dapatkan setelah operasi tanggal 28 Juni nanti,” imbuhnya. (ari)