Derita Korban Banjir : Tiap Hari Gelisah, Tidur Tak Pernah Nyenyak

Selong (Suara NTB) – Banjir yang terjadi akhir pekan lalu menyisakan trauma mendalam bagi warga yang menjadi korban. Setiap saat gelisah dan trauma dengan banjir yang terjadi. Bahkan, saat tidur pun selalu was-was.

Adalah Noviana (24) warga Gubuk Barito Desa Sambelia yang tinggal dekat Sungai Panjaruman. Dirinya, mengaku gelisah dan trauma atas musibah banjir yang terjadi belakangan ini. Pasalnya, di kala tidur tidak pernah nyenyak terkait ancaman banjir yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.

Iklan

Dituturkannya, suara benturan batu yang ada di sungai seolah-seolah menjadi “musik” di kala  malam tiba. Tidak lain, kondisi itu disebabkan debit air yang cukup deras, sehingga menjadi ancaman bagi masyarakat yang sewaktu-waktu dapat menghantam rumahnya.

Selain itu, kerasnya debit air yang menghanyutkan bebatuan juga menjadi tontonan bagi masyarakat setempat.

“Kami selalu khawatir banjir susulan sewaktu-waktu dapat terjadi, itulah yang membuat kami gelisah. Kita juga tidak pernah tidur nyenyak karena kami takut, kami lebih memilih keluar rumah dan melihat derasnya arus air,” tuturnya.

Selain itu, Noviana juga mengaku hanya bisa pasrah melihat rumah yang dijadikan gudang jagung milik ayahnya lenyap terbawa arus air sungai yang begitu deras. Di mana, katanya, gudang yang berisikan jagung sebanyak 6 ton dengan satu ton seharga Rp 4 juta harus direlakan hilang dengan percuma. Atas kejadian itu, keluarganya harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Kita berharap, pemerintah segera membangun tanggul, agar kita merasa lebih aman,” harapnya.

Sementara, pantauan Suara NTB, sejumlah masyarakat yang tinggal dengan dekat sungai Panjaruman memilih membongkar rumah karena khawatir akan terjadinya banjir susulan. Langkah antisipatif itu dilakukan supaya apabila sewaktu-waktu terjadi banjir susulan, sejumlah barang dan material rumah tidak terbawa arus sungai.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Drs. H. Napsi, MM, mengungkapkan, masyarakat yang rumahnya hanyut maupun terdampak hingga mengancam keselamatan penghuni rumah.

Napsi menegaskan saat ini sudah dilakukan proses evakuasi oleh petugas ataupun masyarakat yang bersangkutan memilih tinggal di rumah tetangga dan keluarganya di tempat yang lebih aman. (yon)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here