Derita Kanker Tulang, Remaja 12 Tahun Ini Lumpuh

Praya (Suara NTB) – Muhamad Yosi, warga asal Dusun Pemantek Lauq Desa Loang Make Kecamatan Janapria Lombok Tengah (Loteng) ini, harus terbaring lumpuh di RSI Yatofa Bodak. Akibat penyakit kanker tulang yang dideritanya sejak dua tahun yang lalu. Remaja 12 tahun ini pun juga terpaksa putus sekolah, karena sudah tidak bisa berjalan lagi.

Derita yang dialami Muh. Yosi tersebut mendapat perhatian khusus Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip., yang datang langsung menjenguknya di RSI Yatofa Bodak, Senin, 13 Maret 2017 kemarin. Di hadapan orang nomor dua di Loteng tersebut, Muniarti, ibu Muh. Yosi menuturkan kalau penyakit yang menimpa anaknya mulai diderita sekitar dua tahun yang lalu.

Iklan

Waktu itu, Muh. Yosi yang memiliki nama asli Ferdi Ramdhani, masih duduk di bangku kelas IV SD di desanya. Awalnya, Muh. Yosi mengeluh sakit pada bagian lututnya. Sekitar seminggu setelah merasakan sakit di lututnya, kaki kanannya tidak bisa digerakkan lagi. Bagian lututnya pun membengkak.

Tidak sampai di situ, Muh. Yosi juga harus menerima kenyataan kalau  ayahnya, Amaq Safari meninggal dunia. Karena kondisi ekonomi yang lemah, keluarganya pun tak kuasa membiayai pengobatan Muh. Yosi. Akibatnya, kondisi Muh. Yosi semakin buruk.

“Dulu saat masih sehat, Muh. Yosi layaknya anak normal pada umumnya. Ia tetap bersekolah. Namun hanya sampai ke IV SD saja. Karena setelah kanker menyerang tulang kaki kananya, ia sudah tidak bisa berjalan lagi,” ujar Murniati.

Badan anak kedua dari dua bersaudara tersebut, dulunya terbilang gemuk. Tap lambat laun, lantaran digerogoti kanker tulang, tubuhnya kian hari kian ceking. “Maklum karena kita orang miskin dan tidak tahu apa-apa, sehingga tidak bisa berbuat apa untuk menyembuhkan penyakit yang diderita Muh. Yosi,” tambah sang ibu.

Pihaknya kini hanya bisa berharap, bantuan dari pemerintah daerah. Mengingat, biaya pengobatannya yang cukup mahal, tidak mampu dijangkau keluarganya.

Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip.,mengaku pemerintah daerah akan berupaya membantu biaya pengobatan Muh. Yosi. Namun yang terpenting sekarang, Muh. Yosi sudah ditangani dulu oleh tim dokter RSI Yatofa Bodak. “Kita serangkan penanganan Muh. Yosi ke tim dokter RSI Yatofa Bodak. Kebetulan RSI Yatofa Bodak sudah punya dokter spesialis tulang,” tambahnya.

Seperti apa bantuan yang diberikan oleh pemerintah, nanti akan dilihat kebutuhannya seperti apa. Yang jelas, pemerintah daerah akan membantu. Terlebih, penderita berasal dari keluarga kurang mampu. Apalagi salah satu orang tuanya juga sudah tiada. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here