Deras NTB Pertanyakan Proyek Pembangunan Terminal Haji dan ITS

Mataram (suarantb.com) – Puluhan massa yang tergabung dalam Dewan Rakyat untuk Transparansi (Deras) NTB berunjuk rasa menagih keseriusan kepolisian dalam menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi di NTB. Unjuk rasa berlangsung di depan Mapolda NTB, Kamis, 27 Oktober 2016.

Kasus dugaan korupsi yang disoroti yaitu  proyek pembangunan terminal haji yang berada di kawasan Lombok International Airport  (LIA), Lombok Tengah. Massa mempertanyakan kelanjutan dari proyek yang menelan anggaran Rp 15 miliar tersebut. Proyek yang dikerjakan sejak tahun 2010, hingga saat ini justru mangkrak dan tidak berfungsi.

Iklan

Korlap Aksi, Furqon dalam orasinya menagih keseriusan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut, karena diduga kuat terindikasi korupsi dalam pembangunannya.

“Berkali-kali Deras NTB mempertanyakan proses penyidikan dari kasus tersebut. Sampai sejauh mana pengusutan kasusnya. Jangan terkesan melindungi para pelaku. Karena kasus ini merupakan extraordinary crime,” tegas Furqon dalam orasinya.

Massa juga menyoroti kasus pembangunan proyek Intelligent Transport Systems (ITS) melalui leading sector Dishubkominfo Provinsi NTB. Menurut massa, proyek yang menelan total anggaran mencapai Rp 2 miliar, yang tersebar di tiga lokasi, yakni Gunung Rinjani, Gunung Tambora, dan Bukit Ketejer, serta di Kantor Dishubkominfo. Proyek yang dikerjakan sejak 2009 diklaim massa tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak.

“Berdasarkan pasal 25 undang-undang nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, ditegaskan jika terjadi kegagalan pembangunan, penyedia dan pengguna jasa wajib bertanggungjawab,” pungkasnya.

Massa juga meminta BPK Perwakilan NTB untuk melakukan audit dan investigasi terkait pembangunan proyek ITS tersebut. Usai menggelar aksi, massa kemudian meninggalkan Mapolda NTB dengan tertib. (szr)