Deputi Penindakan KPK Kunjungi NTB, Ini yang Dilakukan

Praya (Suara NTB) – Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Pol. Drs. Firli, M.Si., menegaskan KPK tetap memberi atensi terhadap laporan dugaan korupsi yang masuk dari NTB. Di mana setiap laporan yang masuk, dipastikan tetap akan ditindaklanjuti selama memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti.

“Kalau memang ada laporan dugaan tindak pidana korupsi (dari NTB) pasti kita datangi,” tegasnya Irjen Pol Drs. Firli, M.Si., kepada wartawan, saat ditemui usai menghadiri Harlah GP Ansor ke 84 di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansyuriah Bonder Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), Sabtu, 12 Mei 2018.

Iklan

Diakuinya, sampai sejauh ini pihak belum mendapat laporan terkait dugaan tindak pidana korupsi dari NTB. Begitu terkait soal target-target penanganan kasus dugaan korupsi di NTB, sejauh ini juga belum ada. “Kalau memang ada, oke kita siap,” ujarnya.

Mantan Kapolda NTB ini pun menegaskan, dirinya datang ke NTB khususnya Pulau Lombok murni atas undangan GP Ansor NTB dan, atas nama pribadi, bukan karena ada target ataupun hadir mengatasnamakan lembaga antisrasuah tersebut. “Jadi saya datang atas undangan GP Ansor NTB. Tidak ada kaitannya dengan penanganan kasus di KPK,” tegasnya.

Disinggung soal rencana korsup beberapa kasus dugaan korupsi yang ditangani pihak kepolisian di NTB sejauh ini, Firli mengatakan itu merupakan tugas bidang lainya di NTB. Pihaknya sejauh ini belum mendapat informasi soal rencana tersebut. “Soal korsup itu ditangani unit kerja tersendiri di KPK,” tambahnya. Artinya bisa saja itu dilaksanakan. Karena memang itu menjadi bagian tugas dari unit Korsup. Dan, tergantung permintaan dari pihak kepolisian jika memang ada. (kir)