Dengar Curhat Warga Bima, Mori Janjikan Pemerataan

Bima (Suara NTB) – Sambutan hangat menandai agenda blusukan Calon Wakil Gubernur Nomor urut 2, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Minggu, 15 April 2018. Politisi Partai Gerindra yang mendampingi TGH. Ahyar Abduh ini pun menghimpun curahan hati warga yang selama ini merasa kurang diperhatikan dalam pembangunan.

Sebagai politisi yang berdarah Bima, Mori Hanafi merasa berkewajiban untuk terus merekam keluh kesah warga di daerah ini. Karena itulah, politisi Partai Gerindra ini menyapa seluruh warga Woha dan tak lupa Mori mendengarkan permasalahan yang selama ini mereka alami.

Iklan

Di Woha, Mori disambut hangat ribuan masyarakat dan relawan. Warga terlihat sangat antusias menyambut Mori yang berjalan kaki dari kampung ke kampung. Mereka seolah menunggu kedatangan calon orang nomor 2 di Provinsi NTB ini.

Adapun keluhan masyarakat yang ditemui oleh calon orang nomor 2 di NTB ini adalah sebagian besar terkait masih banyaknya infrastruktur jalan yang belum memadai, yang menghambat akses kerja masyarakat. Begitu pun masalah sulitnya masyarakat mendapat akses layanan kesehatan. masyarakatpun merasa pembangunan yang ada Kabupaten Bima belum merata.

“Masih banyak fasilitas yang rusak kalau di pedalaman desa, seperti jalan dan beberapa fasilitas umum lainnya, tempat berobat juga masih jauh bagi kami yang ada di pedalaman. Kami berharap masalah ini bisa cepat diselesaikan,” curhat masyarakat tolabiu, Ahmad.

 

Mendengar permasalahan tersebut, Calon wakil Gubernur Nomor urut 2 H Mori Hanafi merespon, dan menyampaikan kepada masyarakat, bahwa jika Ahyar-Mori terpilih menjadi Pemimpin di Nusa Tenggara Barat ini, maka solusi dari masalah ini akan diupayakan untuk diselesaikan.

Dalam berbagai kesempatan, Mori memang kerap menyuarakan pentingnya pembangunan yang memberdayakan seluruh lapisan masyarakat di seluruh daerah di NTB. Mori berkeyakinan, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menyentuh semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, kue pembangunan tidak hanya dinikmati oleh orang kaya atau orang di daerah tertentu saja.

Mori pun menegaskan bahwa dorongan mereka untuk tampil di Pilkada NTB 2018 didasari karena kuatnya keinginan untuk menjalankan janji kerja mereka.

“Kami  maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur bukan karena ambisi pribadi, melainkan dorongan dari masyarakat serta beberapa tokoh masyarakat maupun tokoh agama. Kami punya amanah yang cukup berat, untuk itu kami siap bekerja 100% untuk pembangunan Provinsi NTB. Kami sudah siapkan 25 janji kerja untuk menopang ikhtiar kami ini,” ujar cawagub No Urut  2 ini.

Mori pun menjelaskan mengenai janji kerja yang bisa diimplementasikan untuk menjawab ataupun memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pada bidang kesehatan dan pemerataan infrastruktur.

“Dalam bagian janji kerja, kami telah menyiapkan untuk pemerataan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum lainnya. Tentunya yang memadai, hingga pelosok desa,”  ujar putra daerah mbojo ini.

Selain itu, Mori menyampaikan komitmen jika terpilih menjadi Gubernur dan H. Mori Hanafi sebagai Wakil Gubernur, akan melakukan pemerataan fasilitas kesehatan hingga ke pelosok desa.

“Selain itu kami juga sangat peduli terhadap kesehatan masyarakat, terutama di pelosok desa. Kami akan siapkan program 1 desa ada minimal 1 dokter dan klinik kesehatan, untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tutup calon Wakil Gubernur yang diusung oleh sembilan partai politik ini.

Dalam kunjungan ini, Mori mengunjungi beberapa desa di Kabupaten Bima seperti Desa talabiu, agenda kunjungan Mori Hanafi juga berlangsung di Desa Penapali, Donggo Bolo, Risa, Pandai, Keli, Kalampa, Samili dan berakhir ba’da shalat magrib di desa Naru kecamatan Woha, sekaligus menikmati santap malam di rumah warga Desa Naru. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here