Dendam, Menantu Curi Motor Mertua

Giri Menang (Suara NTB) – Dendam buruh serabutan berinisial SN (34) kepada mertuanya berujung penjara. Sebab pernah diusir dari rumah, pria asal desa Senggigi, Batulayar, Lombok Barat pun nekat berbuat jahat.

Tersangka SN mengambil motor mertuanya diam-diam sepekan yang lalu. hal itu dilakukannya saat kakak iparnya yang menggunakan motor itu baru pulang dari pasar.

Iklan

SN tahu benar posisi kunci motor tersebut disimpan. Sebab, sebelumnya dia pernah tinggal serumah dengan kakak iparnya itu bersama istri, dan mertuanya di Dusun Kedondong Bawak, Desa Pusuk Lestari, Batulayar, Lombok Barat.

Tersangka SN mengetahui kakak iparnya itu sedang di kamar mandi. Dia yang baru pulang menggembala sapi kemudian menyelinap ke ruang tengah. Lalu mengambil kunci yang biasa disimpan di samping televisi.

Motor Honda Spacy DR 3585 CD tersebut kemudian dibawa kabur ke kos tersangka di Monjok Culik, Selaparang, Mataram. kos tersebut dia tempat setelah dia bersama istrinya diusir dari rumah. Motor hasil curian itu kemudian dia gadaikan kepada seseorang di Cakranegara, Mataram seharga Rp 3 juta.

“Dia merencanakan mengambil motor itu karena alasan sakit hati,” kata Wakapolsek Senggigi, AKP I Nengah Suweta didampingi Kanit Reskrim, Iptu Akmal Novian Reza, Rabu, 11 April 2018.

Tersangka yang hidup terkatung setelah diusir itu kemudian menghabiskan uang hasil gadai motor mertuanya. Diantaranya untuk membayar kos dan membeli kebutuhan sehari-hari. Tersangka SN pun mengakui aksinya mencuri motor mertuanya tersebut. SN menyebut, dirinya merasa dendam karena pernah diusir dari rumah.

“Sehari sebelum kejadian, istri saya cek-cok dengan kakaknya. Karena itu saya dan istri saya diusir. Setelah itu saya niat ambil motornya, saya pinjam,” kata SN mengakui perbuatannya. Tersangka SN bakal dikenai pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun. (why)