Demokrat Tidak Persoalkan Bendera yang Dibakar

Bima (Suara NTB) – DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima tidak akan mempersoalkan pembakaran bendera partai oleh massa aksi saat menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Bima, belum lama ini. Kader partai Demokrat, Nukrah, S.Sos hanya menyayangkan pembakaran atribut partai tersebut, karena menyangkut persoalan lambang kebesaran partai di bawah lambang negara.

“Ketika ada pembakaran itu, seharusnya pihak keamanan harus bisa mencegahnya,” katanya kepada Suara NTB, Jumat, 28 April 2017.

Iklan

Dia menjelaskan, tuntutan warga yang  menolak PAW, telah dilakukan sesuai ketentuan dan mekanisme. Partai hanya sekadar mengusulkan, sementara negara telah menegakkan supremasi hukum.

“Jadi sesungguhnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi, apalagi hingga membakar bendera partai, karena proses PAW telah sesuai dengan koridor,” ungkapnya.

Nukrah mengaku tidak mengetahui apakah selanjutnya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum atau tidak. Karena kata dia, persoalan tersebut merupakan wewenang atau domain DPC.

“Kalaupun diarahkan oleh DPC, kami siap melakukan apapun. Tapi hingga kini belum ada pembahasan mengenai ini,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat, Sakura H. Abidin menegaskan reaktif massa aksi tersebut sangat berlebihan. Meski demikian, pihaknya tidak akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Saya sudah capek dan kami tidak akan mempersoalkannya lagi,” ujarnya.

Menurutnya saat ini, pihaknya tengah fokus untuk mengevalusi dan perbaikan setelah dirinya dilantik sebagai anggota DPRD mengantikan Samsul M. Noer melalui PAW dan tidak ingin memikirkan hal-hal yang tidak penting.

“Saat ini kami hanya memikirkan bagaimana partai dan kami yang ada di lembaga legislatif ini bisa bermanfaat buat masyarakat,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here